Dua Balita Penderita Gizi Buruk di Deliserdang Dapat Bantuan Pujakesuma

Perhatian diberikan dalam bentuk pemberian bantuan santunan tali asih dan pemberian susu kotak

Dua Balita Penderita Gizi Buruk di Deliserdang Dapat Bantuan Pujakesuma
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Ketua DPW Pujakesuma Sumut, Eko Sopianto menyerahkan bantuan kepada Iwan Setiawan ayah penderita gizi buruk, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Zaki Setiawan (4,5) dan Annisa Sofiah (15 bulan) dua balita abang beradik yang tinggal di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang yang disebut-sebut warga sebagai penderita gizi buruk mendapat perhatian dari Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma).

Perhatian diberikan dalam bentuk pemberian bantuan santunan tali asih dan pemberian susu kotak yang diserahkan langsung oleh Ketua DPW Pujakesuma Sumut, Eko Sopianto kepada Iwan Setiawan (25) ayah dari kedua balita tersebut di kediaman orang tuanya di Jln Keluarga Lingkungan 3 Kelurahan Paluh Kemiri Kamis, (12/9).

Kepada Eko Sopianto, Iwan mengaku kalau saat ini pikirannya sedang bercabang-cabang. Selain masih fokus dengan kondisi dua anaknya ia juga masih kepikiran dengan kondisi istrinya, Fitri Ayu Ningsih (25). Saat ini istrinya itu disebut masih berada di ruang suspek TB Paru RSUD Deliserdang.

"Anak saya yang dua ini baru kemarin pulang dari RSUD pak. Kata orang Puskesmas kemarin terkena gizi buruk makanya hari Senin lalu dilarikan ke rumah sakit. Termasuk juga sama istriku dibawa ke rumah sakit karena katanya kena TB paru. Saya sangat berterimakasih sekali dengan kehadiran dan kepedulian bapak,"ujar Iwan.

Ia mengakui selama ini memang hidup dibawah garis kemiskinan. Hal itu lantaran ia tidak mempunyai pekerjaan tetap. Sehari-hari apa yang bisa dikerjakan akan ia kerjakan selagi masih halal. Diakuinya meski sudah lama berumah tangga dengan istrinya hingga kini ia belum mempunyai Kartu Keluarga. Hingga kini ia terdaftar sebagai warga Kabupaten Deliserdang sementara istrinya warga Pekan Baru.

"Istri saya sudah dua bulan sebenarnya sakit tapi seminggu lalu sudah tidak bisa bangkit dari tempat tidur makanya kemarin dibawa ke rumah sakit. Terimakasih juga saya ucapkan ke bapak-bapak wartawan karena berkat wartawan juga istri saya bisa dibawa ke rumah sakit. Kalau saya di sini numpang di rumah bapak saya tapi itupun rumah bapak saya ini tanahnya bukan punya sendiri tapi punya orang lain, di sini hanya menumpang,"kata Iwan.

Mendengar apa-apa yang diucapkan membuat Eko dan anggotanya yang hadir merasa sedih. Ia berharap agar dikemudian hari Pemerintah mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten bisa lebih aktif untuk melayani masyarakat. Dirinya juga meminta agar pihak Dinas Kesehatan dan jajarannya dapat melakukan pemantauan terhadap dua balita yang disebut terkena gizi buruk ini.

"Saya merasa prihatin saja dengar ada yang terkena gizi buruk seperti dua balita ini. Pemerintah harus bisa lebih melayani lagi sama masyarakatnya. Saya juga salut sama teman-teman wartawan karena berkat kepeduliannya dua balita gizi buruk ini bisa cepat ditangani termasuk sama ibunya yang sekarang masih berada di rumah sakit. Kita doakan saja agar ibunya juga cepat sembuh dan kembali pulang ke rumah,"kata Eko yang juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Deliserdang.

Kondisi dua balita asal Paluh Kemiri ini sempat ramai dibicarakan dimedia sosial beberapa waktu lalu. Hal ini lantaran balita tersebut tinggal di daerah perumahan-perumahan gedong yang mewah. Atas adanya perhatian wartawan dan adanya kordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan selanjutnya dua balita dan anaknya tersebut pun langsung dibawa ke RSUD Deliserdang. Terkait hal ini Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri mengatakan kalau saat ini ibu dua anak tersebut masih terus mendapat perawatan dari rumah sakit.

"Mengapa yang anak sudah bisa pulang karena untuk gangguan penyakit dan gawat daruratnya sudah teratasi. Sudah diberi asupan gizi dan dipantau Puskesmas. Karena itulah makanya kita kembalikan ke keluarga dan pelayanan dasar. Sekarang ini yang jelas lagi dipantau sama Puskesmas juga itu. Kalau ibunya saya belum tau diagnosanya apa. Biar dulu lah dokter lakukan pemeriksaan dan pengecekan,"kata Hanif.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved