Dua Ekor Buaya Muara Menampakkan Diri Pascaserangan Buaya ke Pencari Ikan di Sungai Simangalam

Kemunculan buaya terlihat di perairan Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Dua Ekor Buaya Muara Menampakkan Diri Pascaserangan Buaya ke Pencari Ikan di Sungai Simangalam
Kantor Sheriff Jackson County via CNN
Dua Ekor Buaya Muara Menampakkan Diri Pascaserangan Buaya ke Pencari Ikan di Sungai Simangalam. Buaya ini terseret ke lahan pertanian di Arkansas, AS, akibat sungai yang meluap. 

Dua Ekor Buaya Muara Menampakkan Diri Pascaserangan Buaya ke Pencari Ikan di Sungai Simangalam

TRIBUN-MEDAN.com- Dua Ekor Buaya Muara Menampakkan Diri Pascaserangan Buaya ke Pencari Ikan di Sungai Simangalam.

Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) menemukan kemunculan dua buaya muara dewasa berukuran 3 meter.

Kemunculan buaya terlihat di perairan Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Kepala Bidang Wilayah II Pematang Siantar BBKSDA Sumut, Seno Pramudhita mengatakan Buaya muara terlihat oleh anggota yang mengecek ke lokasi tidak jauh dari tempat Misran (59) diserang buaya saat mengambil perangkap ikan yang dipasang pada pagi harinya.

"Kemarin ada nampak buayanya. Ada dua tapi tak sempat mereka mengambil foto. Karena muncul sebentar lalu menghilang," kata Seno, Kamis (12/9/2019).

Seno menuturkan bahwa Buaya yang dilihat oleh anggotanya adalah buaya muara. Namun pihaknya belum mengidentifikasi jenis kelamin buaya.

Mengenai asal usulnya sehingga berada di tempat tersebut. Kemungkinan berasal dari muara yang berjarak sekitar 20 km.

Baca: Alfonsius Kelvan Senang Jafri Sastra Tukangi PSMS Medan: Serasa Latihan di Tim Liga 1

Baca: Tobasa Darurat Kekerasan Anak, dari 154 Kasus Pelanggaran, 52 Persen adalah Kasus Kejahatan Seksual

Baca: RUSUH PAPUA - Usai Tangkap Anak Buah Benny Wenda, TNI-Polri Ciduk Ketua KNPB Mimika, Steven Itlay

Menurutnya, kepindahan buaya muara ke perairan Desa Simangalam kemungkinan karena masih ada hutan mangrove yang menjadi habitatnya.

Mengenai kemungkinan berkembang biak, tergantung apakah buaya tersebut jantan dan betina.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved