News Video

OJK Dorong Pemda Terbitkan Obligasi Daerah, Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan stakeholder lainnya.

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan stakeholder lainnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Hoesen mengatakan adapun tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di Pasar Modal, kemudian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman, dan sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal.

Selain itu untuk memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal, dan sebagai wujud kongkret dari recycle pungutan OJK.

"Kegiatan ini pun untuk memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal serta sebagai wujud konkret dari recycle pungutan OJK," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Hoesen di Kantor OJK Regional 5 Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (12/9/2019).

Diakui Hoesen, yang menikmati perkembangan dan punya akses Pasar Modal bursa itu hanya dari Pulau Jawa khususnya Jabotabek padahal sebetulnya potensi di daerah itu sangat tinggi. "Kalau kita lihat Kalimantan, Sumatera banyak tumbuh titik-titik ekonomi baru,"ujarnya.

Ia menjelaskan perusahaan efek daerah bisa menjual  obligasi daerah itu dan diterbitkan oleh Pemda (Pemerintah Daerah). Dengan menerbitkan obligasi dan membangun project yang menghasilkan.

"Karena ini hutang yang buka, carilah pembangunan yang berorientasi produktif. Sebetulnya obligasi daerah itu Pemda bisa ngutang, kira-kira mau bikin pasar, kan mereka bisa dapat retribusi. Atau kita mau bikin fasilitas untuk objek wisata. Misalkan Jawa Barat mau bikin kereta gantung, maka dengan adanya pendapatan daerah itu bisa tumbuh, yakin project itu akan sukses," ungkapnya.

Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2019 ini juga dihadiri Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori, Deputi Komisioner Pengawas PM1, Djustini Septiana, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi.

Inarno mengatakan berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks Pasar Modal Nasional sebesar 4,4 persen meningkat dari sebelumnya di tahun 2013 yakni sebesar 3,79 persen. Hal itu berarti dari 2013-2016 mengalami peningkatan hingga 0,61 persen.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved