Saksi Sebut Nora Butar-Butar Tukar Kapal, Terdakwa Langsung Bantah dan Ditegur Hakim

Selanjutnya PPK membuat surat resmi kepada rekanan CV Khayla Prima Nusa (KPN) untuk percepatan pengadaan kapal pariwisata.

Saksi Sebut Nora Butar-Butar Tukar Kapal, Terdakwa Langsung Bantah dan Ditegur Hakim
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa Kasus Pengadaan Kapal Fiktif Nora Butar-Butar (49) didakwa merugikan keuangan negara Rp 359 juta oleh Jaksa Kejari Dairi di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus korupsi pengadaan kapal fiktif Kabupaten Dairi yang dilakukan terdakwa Nora Butar-Butar berlanjut dengan sidang pemeriksaan saksi, Kamis (12/9/2019) di Pengadilan Tipikor Medan.

Kali ini Jaksa Penuntut Umum Kejari Dairi menghadirkan 3 orang Panitia Serah Terima Pekerjaan (PHO/FHO) yaitu Jinto Brasa, Tumbur Simbolon, dan Jamidin Sagala.

Tumbur selaku ketua PHO menyebutkan menjelaskan bahwa hasil pengecekan kapal di dermaga Ajibata tertanggal 7 November 2008 dilaporkan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Selanjutnya PPK membuat surat resmi kepada rekanan CV Khayla Prima Nusa (KPN) untuk percepatan pengadaan kapal pariwisata.

"Lalu pada10 Desember 2008, kami kembali mengecek kondisi kapal di Ajibata untuk memastikan apakah kapal sudah selesai atau belum diperbaiki, sesuai spesifikasi," terangnya.

Lalu PPK Naik Kalopo mengusulkan agar kapal pariwisata tersebut dibawa ke Dermaga Silalahi sebab dua pekan lagi bakal diresmikan. Namun ditolak saksi. Alasan saksi, masih perlu dibersihkan bekas-bekas pengecatan kapal.

Ia melanjutkan bahwa terdakwa telah mengikuti pertemuan dengan Kadis Pardamean Silalahi, seluruh tim yang terlibat proyek karena kapal yang disepakati tak kunjung selesai.

"Dimana tujuannya mencari solusi atas tidak rampungnya pengadaan kapal pariwisata tersebut. Dimana hasilnya terdakwa bersedia membuat pernyataan dengan tiga opsi," ungkap

Pertama terdakwa bersedia menggantikan kapal yang sesuai dengan spesifikasi. Kedua, mengembalikan uang yang telah dicairkan terdakwa.

"Dan ketiga, bila kedua opsi tersebut tidak bisa dipenuhi, maka kasusnya akan diteruskan ke penegak hukum," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved