Salat Gaib Untuk BJ Habibie, Rumah Kepemimpinan Medan Sebut Sosok Pluralisme

Mayoritas pemuda yang adalah mahasiswa di Universitas Sumatera Utara (USU) ingin mengirimkan doa untuk BJ Habibie

Salat Gaib Untuk BJ Habibie, Rumah Kepemimpinan Medan Sebut Sosok Pluralisme
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Salat Gaib Untuk BJ Habibie, Rumah Kepemimpinan Medan Sebut Sosok Pluralisme

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belasan pemuda yang tergabung dalam kader muda Rumah Kepemimpinan menggelar salat gaib untuk mendoakan Presiden Ketiga RI BJ Habibie yang wafat, Rabu (11/9/2019) petang kemarin.

Salat ini dilaksanakan di Asrama Mereka, Jalan Sei Asahan, No.88/22 Medan.

Mayoritas pemuda yang adalah mahasiswa di Universitas Sumatera Utara (USU) ingin mengirimkan doa untuk BJ Habibie. Bukan hanya karena sosok Habibie, yang begitu penting untuk Indonesia. Salat Gaib adalah kewajiban umat Islam di sisi lainnya.

Munir Suteja, salah satu kader muda Rumah Kepemimpinan menyampaikan niat untuk melaksanakan salat gaib sudah diutarakan sejak pagi tadi. Niat itu pun sontak diamini teman teman se-asrama Rumah Kepemimpinan untuk dilaksanakan, Kamis (12/9/2019) seusai Salat Magrib.

"Jadi niatnya sudah sejak tadi pagi. Pak Habibie adalah tokoh teladan bangsa. Kepemimpinannya merupakan contoh bagi kami sebagai generasi muda yang diharapkan menjadi pemimpin pemimpin kedepannya," ujar Munir.

Salat Gaib dalam Islam merupakan sunah yang dilakukan untuk menyolatkan muslim yang meninggal di tempat yang jauh. Perbedaan salat gaib dengan salat jenazah adalah pada niatnya dan jenazah yang berada dalam situasi berbeda.

Salat Gaib yang dilaksanakan Rumah Kepemimpinan berlangsung di ruang tamu asrama. Mereka merapatkan saf (barisan) mengikuti Imam yang dipimpin Andi Pranata, sebagai penanggung jawab Rumah Kepemimpinan.

Andi menyampaikan bahwa Habibie merupakan orang yang konsen terhadap Sumber Daya Manusia (SDM). SDM merupakan sumber acuan kemajuan bangsa, bukan SDAnya.

"Kualitas SDM anak bangsalah yang menentukan kemajuan bangsa. Bukan hanya mengandalkan alam yang terus menerus bisa habis. Sosok Pak Habibie lah yang menjadi contoh yang mirip dengan upaya kita di Rumah Kepemimpinan," cetus Andi.

Andi menambahkan sosok Habibie begitu layak diteladani. Sosoknya yang pluralisme bahkan setelah tidak memimpin lagi adalah contoh besar bagi adik adik Rumah Kepemimpinan yang jumlahnya 25 orang.

"Ini juga yang menjadi cita cita kita yang kandas. Kita udah beberapa kali mengajukan keinginan, Pak Habibie agar memberikan nasihat bagi anak anak. Namun rezeki belum datang. Beliau sudah dipanggil oleh Allah SWT," pungkasnya.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved