UBN Indonesia Segera Panen Raya Vegetable Full of Paritta

Umat Buddha Nusantara (UBN) Indonesia segera melakukan panen raya perdana Vegetable Full of Paritta (sayuran yang tumbuh dengan air suci)

UBN Indonesia Segera Panen Raya Vegetable Full of Paritta
TRIBUN MEDAN/HO
Umat Buddha Nusantara (UBN) Indonesia segera melakukan panen raya perdana Vegetable Full of Paritta (sayuran yang tumbuh dengan air suci) untuk proyek Green for Dharma di Vihara Leng Tong Kheng di Jalan Kebun Sayur Desa Percut 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Umat Buddha Nusantara (UBN) Indonesia segera melakukan panen raya perdana Vegetable Full of Paritta (sayuran yang tumbuh dengan air suci) untuk proyek Green for Dharma di Vihara Leng Tong Kheng di Jalan Kebun Sayur Desa Percut. Hasil panen raya ini nantinya akan diberikan kepada umat yang akan berdana untuk pembangunan ruang baktisala dan pengembangan Buddha Dharma.

Ketua UBN Indonesia Sumatera Utara, Charles Tandoko mengatakan, pengerjaan Green for Dharma untuk pertama kali dilakukan pada 11 Agustus 2019 lalu yang dipimpin langsung oleh Bhante Candasilo Thera. Dan di Minggu 15 September 2019 nanti, akan dilakukan panen raya perdana.

"Kita segera memanen sayuran sawi, kangkung dan bayam. Sayuran ini akan diberikan ke umat yang berdana untuk kelangsungan perkembangan ajaran agama Buddha dan pembangunan ruang kebaktian di Vihara Leng Tong Kheng," katanya didampingi Ketua bagian publikasi, Alain Surya, Rabu (11/9/2019).

Ketua pimpinan proyek Green for Dharma sekaligus Ketua Panitia Panen Raya Perdana, Dr Addy menerangkan, Green for Dharma atau "rumah hijau" UBN ini merupakan sebuah gerakan yang menggabungkan kekuatan dharma dan kekuatan ilmu pengetahuan (Science) untuk kebaikan semua mahluk.

Hal ini digagas berdasarkan ide dari Penasehat UBN Indonesia DR Sutrisno SH,M.Kn atas dasar penelitian dari Prof Masaru Emoto. Berdasarkan penelitian profesor asal Jepang ini, air jika dibacakan doa maka akan menghasilkan struktur molekul yang bagus sekali.

"Atas itulah kami terinspirasi untuk menanam sayuran yang sayuran hijau itu disiram dengan air yang dibacakan oleh paritta suci," ucapnya.

Ia melanjutkan, UBN Indonesia Sumut melalui komunitas kelompok dharma secara bergilir membacakan paritta suci setiap hari. Selain dengan air suci, tambahnya, mereka juga menggunakan pupuk organik tanpa memakai insektisida.

Dr Addy melanjutkan, proyek rumah hijau UBN ini sebenarnya juga bertujuan untuk membangunkan kreativitas muda-mudi. Mereka diajarkan untuk merawat tanaman dan jika sudah mandiri maka UBN Indonesia hanya mengawasi.

"Muda-mudi vihara Vihara Leng Tong Kheng selalu membaca parrita melalui media air. Dan proyek ini akan terus berlanjut demi kelangsungan pembangunan vihara dan pengembangan Buddha Dharma," pungkasnya.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved