News Video

Cekcok Penertiban Warenhuis, Warga Adang Alat Berat Satpol PP untuk Robohkan Bangunan Ilegal

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, penertiban mendapat penolakan warga. Alat berat yang dibawa Satpol PP diadang beberapa ibu-ibu.

Kemudian bangunan tersebut juga memiliki bungker sebagai area menyimpan barang dagangan atau gudang sebelum disajikan kepada pembeli.

Pada masa dahulu supermarket ini menjual berbagai jenis barang, mulai makanan, pakaian, hingga produk elektronik.

Supermarket Warenhuis ini juga menjadi saksi dan bukti, bahwa mulai sistem perdagangan di Kota Medan sudah maju sejak lama.

Proses pengambilalihan Gedung Warenhuis di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Baratyang dilakukan Pemko Medan berjalan lancar, Jumat (9/8/2019) siang.
Proses pengambilalihan Gedung Warenhuis di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Baratyang dilakukan Pemko Medan berjalan lancar, Jumat (9/8/2019) siang. (TRIBUN MEDAN/HO)

Link Live Streaming PSM vs Persija Final Piala Indonesia Selasa Pukul 15.30, Ini Prediksi Line Up

Detik-detik Ratusan Jemaah Haji Iringi Jenazah Almarhum Mbah Moen, TONTON VIDEONYA. .

Akan tetapi, keberadaan Medan Warenhuis akhirnya tersingkir begitu Jepang masuk ke Kota Medan.

Keberadaan supermarket ini hanya bertahan sekitar 23 tahun.

Karena sekitar 1942 pemilik supermarket kembali ke Belanda lantaran kondisi Medan yang sudah mulai tidak kondusif yang dijajah Jepang.

Selanjutnya, setelah dilepas pemilik supermarket, keberadaan bangunan masih tetap kokoh.

Bahkan bangunan tersebut sempat dijadikan salah satu kantor oleh pemerintah, yakni sebagai Kantor Departemen Tenaga Kerja serta kantor-kantor pemerintahan lainnya dan sekarang menjadi kantor DPC. K. SPSI Medan. (*)

Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved