Dosen Unimed Simpan 7 Pucuk Surat Milik BJ Habibie, Berulang Kali Diminta Warga Jerman untuk Dibeli

Kira-kira, artinya begini; Tuan kemarilah, saya memiliki banyak sampul surat yang dikirim untuk Habibie dari Indonesia.

Dosen Unimed Simpan 7 Pucuk Surat Milik BJ Habibie, Berulang Kali Diminta Warga Jerman untuk Dibeli
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Dosen Unimed Menunjukkan 7 Pucuk Surat Milik Mantan Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejarawan dan dosen yang masih aktif mengajar di Univesitas Negeri Medan, Ichwan Azhari ternyata memiliki beberapa pucuk surat yang diperuntukkan untuk Mantan Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie, yang baru saja berpulang ke Rahmatullah.

"Komen Sie hier. Ich habe viele Briefumslag fuer Habibie aus Indonesien,” sapa seorang pedagang Jerman kepada Ichwan Azhari, di Stuttgart, Jerman 1997 silam.

Kira-kira, artinya begini; Tuan kemarilah, saya memiliki banyak sampul surat yang dikirim untuk Habibie dari Indonesia.

Ichwan terkejut. Pemuda Indonesia, yang sedang berkuliah di Hamburg ini kemudian menghampiri si pedagang.

Ternyata, pedagang itu sudah lama mencari Ichwan. Dia mengenali Ichwan sebagai pengumpul benda-benda filateli asal Indonesia di berbagai bursa dan lelang (Auction) prangko di Jerman.

Belakangan, usai melanjutkan studi di Jerman, Ichwan menjadi sejarawan dan aktif mengajar di Univesitas Negeri Medan, hingga kini.

Ichwan bercerita, saat musim dingin 1997 di Jerman, dia bertolak dari Hamburg, tempatnya berkuliah, menuju Stutgart untuk menghadiri Briefmarken Internasional Messe (Pameran Internasional Prangko/Filateli).

“Pedagang prangko orang Jerman ini tahu nama Habibie. Nama yang juga jadi legenda bagi banyak orang Jerman yang mengenal Indonesia,” kata Ichwan, di Museum Sejarah Al Quran, GOR Pemprov Sumut, Jumat (13/9/2019)

Kala itu, Ichwan terkejut dan bertanya, dari mana pedagang itu bisa mendapat banyak surat unutk Habibie tersebut.

Surat yang berada di tangan pedagang itu bukan hanya selembar dua lembar, tetapi satu kardus. Sebagian surat itu berasal dari R.A Habibie, ibunda tersayang BJ Habibie.

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved