Inilah Jeritan Pelaku Bidang Kesehatan soal BPJS Kesehatan, Tunggakan hingga Curhat Asosiasi Klinik

Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan masih dirundung persoalan pelik bagi pihak terkait.

Inilah Jeritan Pelaku Bidang Kesehatan soal BPJS Kesehatan, Tunggakan hingga Curhat Asosiasi Klinik
kolase/net/tribunjabar
Inilah Jeritan Pelaku Bidang Kesehatan soal BPJS Kesehatan, Tunggakan hingga Curhat Asosiasi Klinik 

Inilah Jeritan Pelaku Bidang Kesehatan soal BPJS Kesehatan, Tunggakan hingga Curhat Asosiasi Klinik

TRIBUN MEDAN.com - Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan masih dirundung persoalan pelik bagi pihak terkait.

Bukan cuma iuran akan naik hingga 100 persen yang dianggap memberatkan masyarakat, tapi juga membebani para pelaku di bidang kesehatan.

Mulai dari rumah sakit, klinik hingga tentu saja para dokter yang melayani para pasien BPJS Kesehatan.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) misalnya, menagih tunggakan BPJS Kesehatan yang mencapai Rp 6,5 triliun kepada rumah sakit selama 2019.

Anggota Kompartemen Jaminan Kesehatan Persi Odang Muchtar mengatakan, BPJS Kesehatan kerap menunggak pembayaran JKN selama 4 bulan.

"Tunggakan yang ada sekarang bagaimana dalam waktu sesingkat-singkatnya segera dibayar," ujarnya dalam diskusi terbuka di Gedung Ombudsman, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Rumah sakit, kata Odang, membutuhkan kas untuk operasional sehari-hari.

Namun akibat tunggakan BPJS Kesehatan, kas rumah sakit menjadi sangat terbatas.

Bahkan, ujarnya, akibat tidak memiliki uang tunai yang cukup akibat tunggakan BPJS Kesehatan, ada rumah sakit yang pasokan obatnya sampai diputus oleh supplier alias pemasok.

Halaman
123
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved