Produk Olahan Daun Gambir Sumut Terus Meroket di Pasar Asia

Tanaman gambir ini juga mengandung satu senyawa bernama katekin yang memiliki efek antioksidan yang baik untuk tubuh.

Produk Olahan Daun Gambir Sumut Terus Meroket di Pasar Asia
BBKP Belawan
Produk olahan daun gambir asal Pakpak Bharat, senilai 1,9 milyar masuk Pasar India melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan mensertifikasi 54 ton pelet yang merupakan produk olahan daun gambir asal Pakpak Bharat, senilai 1,9 milyar ke India melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (11/9/2019)

Berdasarkan data Indonesian Quarantine Full Automation System (IQFAST) Karantina Pertanian Belawan, tercatat selama periode Januari-Agustus tahun 2019 ekspor gambir mencapai volume 2,7 ribu ton dengan 61 kali pengiriman dengan nilai Rp. 98,5 miliar.

Sedangkan pada 2018, tercatat ekspor pelet daun gambir mencapai volume 4,1 ribu ton atau senilai Rp. 148,8 miliar. Pengiriman dengan negara tujuan yang sama yaitu India dan Bangladesh.

“Komoditas gambir ini termasuk produk pertanian yang diminati dunia, khususnya India dan Bangladesh,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul, Jumat (13/9/2019).

Hasrul menjelaskan daun gambir (Uncaria Gambir Roxb) di Sumut banyak ditemui di Kabupaten Pakpak Bharat. Daun ini banyak digunakan untuk menyirih dan sebagai alat untuk membersihkan gigi dan mulut.

Tanaman gambir ini juga mengandung satu senyawa bernama katekin yang memiliki efek antioksidan yang baik untuk tubuh.

Dari informasi yang diperoleh, pelet daun gambir dibuat dari hasil peremasan daun gambir kemudian dikeringkan dan dibentuk menjadi pelet.

Produk olahan ini di negara tujuan ekspor, digunakan sebagai bahan campuran pembuatan obat luka bakar, obat sakit kepala, obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta dapat juga langsung dibalurkan sebagai obat sakit kulit.

Selain untuk pengobatan, pelet gambir juga digunakan sebagai bahan penyamak kulit dan bahan untuk pewarna tekstil.

"Kami mengapresiasi pelaku usaha yang telah mengekspor gambir dalam bentuk setengah jadi. Semoga kedepan daun gambir dapat ditingkatkan menjadi produk jadi, sehingga lebih banyak nilai tambahnya," pungkas Hasrul.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved