PSMS Medan Mulai Bangkit, Jafri Sastra Tak Mau Berleha-leha, Kini Fokus Benahi Kekurangan

Awal kebangkitan PSMS Medan mulai terlihat saat berhasil meraih kemenangan atas PSCS Cilacap di Stadion Teladan, Kamis (12/9/2019) kemarin.

PSMS Medan Mulai Bangkit, Jafri Sastra Tak Mau Berleha-leha, Kini Fokus Benahi Kekurangan
Tribun Medan / Ilham
Pelatih PSMS, Jafri Sastra 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Awal kebangkitan PSMS Medan mulai terlihat saat berhasil meraih kemenangan atas PSCS Cilacap di Stadion Teladan, Kamis (12/9/2019) kemarin.

Posisi mereka kini naik menjadi peringkat kelima pada klasemen sementara Wilayah Barat.

Secara hasil, tim Ayam Kinantan sudah bagus meraih poin penuh.

Namun, jika melihat performa PSMS saat itu belum terlihat taji. Mengingat, banyaknya peluang yang diciptakan PSMS, namun hanya satu gol saja yang tercipta.

Banyaknya peluang emas yang terbuang sia-sia itu, menjadikan sorotan lebih buat Pelatih PSMS, Jafri Sastra.

Dia sudah tahu apa yang perlu ia benahi setelah menjalani debut manisnya bersama PSMS kemarin.

Jeleknya penyelesaian akhir bakal menjadi pekerjaan rumahnya untuk memoles Legimin dkk di laga selanjutnya.

Tak terkecuali lini bawahnya juga bakal dievaluasi akibat masih adanya salah komunikasi.

“Finishing sudah pasti, belakang juga. Tentu kami benahi, lini belakang masih ada miss komunikasi yang harus kami perbaiki. Kemungkinan PR nya masih banyak, tapi waktunya singkat, ini yang saya pikirkan lagi. Bagaimana waktu yang singkat pemain bisa lebih baik lagi,” ucapnya, Jumat (13/9/2019).

Setelah sukses menekuk PSCS, Jafri akan menekankan kepada pemainnya tidak terlalu euforia atas kemenangan kemarin.

Perjalanan masih panjang dan butuh kerja keras lagi di sisa enam laga. Termasuk fokus menatap laga tandang menghadapi Blitar Bandung United.

"Saya bersyukur saja, yang pasti kemenangan ini kami tidak boleh berleha-leha. Kami sudah canangkan ke semua pemain bahwa tujuh laga terakhir ini adalah final. Tentu final kedua kami harus main ke Bandung (Blitar United) dan fokus untuk hadapi mereka," ungkapnya.

Di sisi lain, persaingan menuju babak delapan besar makin ketat. Tim-tim Wilayah Barat saling berdempetan dengan jumlah poin yang selisihnya tak jauh berbeda.

“Ini motivasi bagi kami untuk kerja keras lagi, untuk bisa lebih fokus lagi yang pasti di semua pertandingan di akhir putaran kedua tidak ada yang mudah. Kita bertemu dengan tim-tim di bawah kita juga tidak mudah karena mereka juga mau menang untuk keluar dari zona degradasi,” paparnya.

(lam/tribun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved