TRIBUNWIKI

Suasana Romantis dan Edukatif di Tongkrongan Berbasis Ekowisata Mangrove

Suasana romantis di sore hari, sembari menyicipi berbagai kuliner khas Paya Pasir menjadikan tongkrongan ini selalu ramai pengunjung

Suasana Romantis dan Edukatif di Tongkrongan Berbasis Ekowisata Mangrove
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Suasana romantis sekaligus edukatif di lokasi Taman Wisata Danau Siombak, Jalan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Tidak hanya memberikan nuansa romantis dan Indah, tongkrongan berbasis Ekowisata mangrove satu ini juga mengajak para pengunjung untuk belajar sambil berwisata.

Berada dalam lokasi Taman Wisata Danau Siombak, Jalan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, tongkrongan bergaya tracking yang dibangun dengan satu ton kayu limbah palet ini, berhasil membius para kawula muda untuk berlama-lama menghabiskan waktu baik dengan keluarga, teman atau pun sang kekasih.

Suasana romantis di sore hari, sembari menyicipi berbagai kuliner khas Paya Pasir menjadikan tongkrongan ini selalu ramai pengunjung.

Owner Taman Wisata, Erlianto mengatakan tempat ini memang sengaja di desain sedemikian rupa agar memberikan nilai-nilai edukatif kepada para pengunjung.

"Awalnya mula tercetus ide ini dari rekan saya Wibi Nugraha yang memang fokus pada edukasi dan pengembangan mangrove di Danau Siombak ini. Tadinya ini hanya dipenuhi dahan-dahan besar, lalu kita rapikan, dan berusaha membangun tracking, dan bakau yang dulunya kita tebang, kini kita budidayakan lagi," katanya, Jumat (13/9/2019).

Indahnya suasana romantis sekaligus edukatif di Taman Wisata Danau Siombak, Medan Marelan, Kota Medan.
Indahnya suasana romantis sekaligus edukatif di Taman Wisata Danau Siombak, Medan Marelan, Kota Medan. (TRIBUN MEDAN/GITA NADIA TARIGAN)

Ia mengatakan bahwa pembuatan tongkrongan ini bermaksud untuk memberi edukasi tanpa harus merusak tanaman aslinya. Belum lagi katanya disekitaran Danau Siombak, tanaman bakau maupun mangrove sudah semakin sedikit.

"Maka kita juga rutin mengajak warga, anak-anak sekolah, untuk mencintai alam dengan membudidayakan mangrove dan bakau, agar hidup hewan-hewan yang di danau juga terselamatkan," tambahnya.

Tidak kalah menarik, tongkrongan ini juga dilengkapi dengan berbagai foto yang instagramable, live music, kolam pancing yang luas, gratis parkir, kapal untuk keliling danau, mushola, toilet, dan berbagai fasilitas lainnya.

Untuk dapat menikmati suasana romantis serta berbagai fasilitas yang ada, pengunjung cukup membayar uang masuk sebesar Rp. 10 ribu, dan mendapatkan 1 botol minuman gratis.

"Jadi kalau mereka mau nongkrong, tinggal order makanan dan menikmatinya di pinggir danau, kalau matahari tenggelam, pemandangan lebih bagus lagi, ini juga bisa dibuat jadi tempat diskusi, atau seminar dengan kapasitas 20 orang, karena kita ada sound system juga, dan tenang saja kita tidak kenakan sewa, cukup order makan saja," katanya.

Berbeda dengan tempat wisata yang umumnya mematok harga makanan yang mahal, makanan dan minuman di tongkrongan ini cukup terjangkau.

Untuk makanan yang disediakan juga beragam, mulai dari ragam seafood, olahraga Nasi, Mie, Ayam, Sayuran, Cemilan, dan lainnya. Untuk makanan berat dibanding mulai Rp. 15 ribu, cemilan mulai Rp. 5000, sayuran mulai Rp. 10 ribu. Untuk minuman jugabtersedia aneka jus, susu, teh, minuman botol/kemasan yang dubandrol mulai Rp. 5000

Jika butuh informasi dan referensi lebih lengkap katanya dapat menghubungi melalui instagram @danau_siombak

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved