48 SSB Bersaing di Turnamen Sepakbola Garuda Anak Nusantara Biskuat Academy 2019

Nantinya tim juara dari kategori U10 dan U12 akan berangkat mewakili zona Medan di tingkat nasional dan bertemu para wakil dari 6 zona lainnya.

48 SSB Bersaing di Turnamen Sepakbola Garuda Anak Nusantara Biskuat Academy 2019
Tribun Medan / Chandra
Dua tim SSB saat bertanding di Turnamen Sepakbola Garuda Anak Nusantara Biskuat Academy 2019 yang digelar di stadion mini pancing, Medan 14-15 September 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 48 Tim Bersaing memperebutkan juara pada turnamen antar sekolah sepakbola (SSB) bertajuk Garuda Anak Nusantara Biskuat Academy yang digelar di stadion mini Pancing Medan, 14-15 September 2019.

Sekretaris Panitia Pelaksana Andhira Lesmana mengatakan, kota Medan menjadi salah satu lokasi penyelenggara dari tujuh kota se Indonesia yang dipilih menggelar babak seleksi.

Ketujuh kota tersebut adalah Medan, Palembang, DKI Jakarta, Surabaya, Malang, Jogjakarta, dan Bandung.

Nantinya tim juara dari kategori U10 dan U12 akan berangkat mewakili zona Medan di tingkat nasional dan bertemu para wakil dari 6 zona lainnya.

Dijadwalkan laga tingkat nasional akan berlangsung bulan November mendatang di DKI Jakarta.

"Turnamen sepakbola Garuda Anak Nusantara Biskuat Academy Medan zona Medan tahun 2019 ini diikuti para pesepakbola usia dini U10 dan U12. Setelah ini juara U10 dan U12 akan berangkat ke nasional dan difasilitasi serta dibiayai oleh Biskuat Academy," ujarnya saat ditemui di stadion mini pancing, Sabtu (14/9/2019).

Andhira menjelaskan, tujuan digelarnya turnamen antar SSB ini adalah adalah mencari bibit-bibit potensial di cabang olahraga sepakbola yang akan dibina untuk selanjutnya.

Diharapkan dari ajang ini terjaring talenta muda yang mampu menjadi pesepakbola profesional dan berprestasi di masa mendatang.

"Tujuannya menjaring talenta-talenta pemain muda dari Biskuat yang direncanakan nantinya akan ada talent scouting untuk pemain-pemain terbaik. Dari mereka nantinya akan dipilih," terangnya.

Lebih lanjut kata Andhira, selain diikuti sebagian besar SSB di Sumut, event ini juga diikuti tim-tim yang berasal dari sejumlah daerah di Sumbagut yakni Aceh, dan Riau.

Meski diikuti anak-anak usia dini, namun persaingan ketat antar tim akan terjadi untuk meraih juara. Andhira mengharapkan para pemain dapat bermain sportif dan memperlihatkan skil permainan yang menarik.

"Setiap kelompok umur diikuti 24 SSB, jadi 48 tim dibagi dalam 6 grup. SSB dari Aceh contohnya Garda Tamiang, Bijeh Mata Bireuen. Sedangkan dari luar Medan ada Dumai Junior dan Kemala Tekuk Binjai. Karena itu bermainlah sportif dan fair play," katanya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved