Detik-detik Orde Baru Tumbang, Doa BJ Habibie Untuk Soeharto: Datang dari Hati Sanubari Saya

Keinginan Presiden Soeharto lengser dari kursi kekuasaan, membuat BJ Habibie terdiam.

Detik-detik Orde Baru Tumbang, Doa BJ Habibie Untuk Soeharto: Datang dari Hati Sanubari Saya
reuters via CNN Indonesia
Soeharto sempat bertemu dengan BJ Habibie sehari sebelum mengundurkan diri. Namun setelah itu hubungan keduanya retak 

TRIBUN-MEDAN.com - Keinginan Presiden Soeharto lengser dari kursi kekuasaan, membuat BJ Habibie terdiam.

Habibie masih penasaran mengapa orang dekatnya itu hendak mundur dan ingin menjadi seorang negarawan.

"Sesaat saya diam, dengan harapan mendapat penjelasan mengenai alasan beliau mundur, serta beberapa pertanyaan yang mengganggu pikiran tersebut. Namun ternyata tidak diberikan.

Walaupun saya sangat memahami Ketetapan MPR mengenai kedudukan dan kewajiban presiden dan wakil presiden, saya terpaksa bertanya, "Pak Harto, kedudukan saya sebagai Wakil Presiden bagaimana?"

Pak Harto spontan menjawab, "Terserah nanti. Bisa hari Sabtu, hari Senin, atau sebulan kemudian, Habibie akan melanjutkan tugas sebagai Presiden," jawab Soeharto.

Jawaban itu membuat Habibie terkejut. Ia bertanya dalam hati. Bukankah kevakuman dalam pimpinan negara dan bangsa tidak boleh terjadi?

Jika Soeharto benar-benar mundur, apakah hal itu sudah sesuai dengan UUD 45 dan Ketetapan MPR?

"Bagaimana kedudukan saya, sebagai Koordinator Harian Keluarga Besar Golkar tanpa pengganti? Begitulah, dalam suasana pertemuan yang tidak lazim, serta suasana di lapangan yang tidak menentu dan cukup mengkhawatirkan, muncul berbagai pertanyaan yang amat mengganggu pikiran saya," kenangnya.

Untuk mengakhiri suasana pembicaraan yang tidak 'kondusif' itu, Habibie berusaha mengalihkan perhatian.

Ia memberanikan diri mengajukan pertanyaan.

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved