Detik-detik Orde Baru Tumbang, Doa BJ Habibie Untuk Soeharto: Datang dari Hati Sanubari Saya

Keinginan Presiden Soeharto lengser dari kursi kekuasaan, membuat BJ Habibie terdiam.

Detik-detik Orde Baru Tumbang, Doa BJ Habibie Untuk Soeharto: Datang dari Hati Sanubari Saya
reuters via CNN Indonesia
Soeharto sempat bertemu dengan BJ Habibie sehari sebelum mengundurkan diri. Namun setelah itu hubungan keduanya retak 

"Apakah Pak Harto sudah menerima surat pernyataan dari Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita dan empat belas menteri di bawah koordinasi Menko Ekuin?"

Soeharto lalu angkat bicara. Katanya, ia sudah mendengar kabar itu dari anaknya Mbak Tutut. Tetapi ia belum membaca suratnya.

"Kemudian Pak Harto mengulurkan tangannya untuk saya jabat, sebagai isyarat bahwa ia menghendaki diakhirinya pertemuan tersebut. Pak Harto memeluk saya, dan mengatakan agar saya sabar dan melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Pak Harto juga meminta agar saya menyelesaikan masalah Ginandjar dan kawan-kawan dengan baik."

Sebelum meninggalkan rumah di Jalan Cendana, Soeharto kembali berpesan.

"Laksanakan tugasmu dan waktu tidak banyak lagi."

Dengan perasaan yang tidak menentu dan pikiran yang dipenuhi tanda tanya, Habibie meninggalkan Cendana.

***
Waktu terus berjalan. Di dalam mobil --perjalanan menuju ke Kuningan-- Habibie menugaskan ajudannya Kol (AL) Djuhana segera menghubungi semua menteri di bawah koordinasi Menko Ekuin, dan meminta agar mereka hadir pada Sidang Ad Hoc Kabinet Terbatas di kediaman Habibie pukul 22.00.

"Dalam perjalanan dari Cendana ke Kuningan, saya panjatkan doa dengan bahasa yang tulus, dengan getaran hati dan jiwa, ikhlas datang dari hati sanubari saya. Tuhan, berilah Pak Harto kekuatan dan petunjuk mengambil jalan yang benar dalam memimpin bangsa Indonesia sesuai kehendak-Mu. Berilah Pak Harto, kesabaran dan kesehatan yang beliau butuhkan. Ampunilah segala dosa Pak Harto, yang sengaja ataupun tidak sengaja."

Masih diwarnai ketegangan, Habibie kembali melantunkan doanya.

"Oh Tuhan, saya tidak bertanya mengapa, kenapa, dan bagaimana, semua ini dapat terjadi. Karena saya berkeyakinan bahwa semua ada artinya yang sekarang saya belum memahami tetapi kelak saya ketahui."

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved