Kronologi Pimpinan Pondok Pesantren T Ditangkap Polisi, Diduga Mencabuli Belasan Santri Putri

Belasan santri putri atau anak di bawah umur di sebuah pondok pesantren korban pencabulan

Kronologi Pimpinan Pondok Pesantren T Ditangkap Polisi, Diduga Mencabuli Belasan Santri Putri
KOMPAS.com/Devina Halim
Dalam kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur. 

Atas laporan para santri putri ini, T kemudian digelandang ke Mapolres Boalemo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Lima orangtua santriwati langsung mendatangi Polres Boalemo untuk melaporkan kasus dugaan pencabulan tersebut. Kami masih menunggu korban lain untuk melapor agar segera ditindaklanjuti," ujar Lahmudin.

Sebelumnya, kasus serupa terjadi di sebuah pesantren di Lhokseumawe, Aceh.

Sebelumnya, Tim Polres Lhokseumawe menangkap seorang pimpinan pesantren berinisial AI (45) dan seorang guru berinisial MY (26) di Lhokseumawe, Aceh.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, menyebutkan keduanya (AI dan MY) ditangkap karena melakukan pelecehan seksual terhadap lima santri di pesantren yang berada di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Orangtua santri melaporkan kasus itu ke Mapolres Lhokseumawe pada 29 Juni 2019 dan 6 Juli 2019 lalu.

“Jadi ada dua laporan terhadap kasus pelecehan seksual itu,” kata AKBP Ari saat konferensi pers di Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019). 

Dia menyebutkan, pelecehan itu berupa oral seks yang diminta pada santri oleh pimpinan dan guru pesantren tersebut.

Mayoritas santri yang jadi korban adalah anak di bawah umur, berusia 13-14 tahun.

“Sejauh ini 15 santri yang teridentifikasi menjadi korban.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved