Jadi Distributor Resmi Busana Muslim, Syafria Ningsih Bisa Buka Lapangan Kerja

Sebagai distributor resmi satu-satunya, Syafria Ningsih atau Keke memasok berbagai barang ke daerah yang ada di Sumatera Utara pada awal bisnis.

Jadi Distributor Resmi Busana Muslim, Syafria Ningsih Bisa Buka Lapangan Kerja
TRIBUN MEDAN/HO
Syafria Ningsih menjadi distributor resmi busana muslim. Sejak 2016 ia sudah mulai menjual produknya di e-commerce dan sosial media. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Tren busana muslim kian hari kian maju. Industri baju muslim ini pun semakin berkembang. Sejak 2006, Syafria Ningsih sudah menjadi distributor resmi busana muslim dengan merek Keke.

"Sejak 2004 saya sudah jualan tas-tas impor. Tahun 2006 saya lihat di tabloid ada pabrik baru buka di Bogor dan membutuhkan distributor satu orang di setiap provinsi. Saya coba sajalah dan berlanjut sampai sekarang," katanya saat diwawancarai Tribun Medan, Minggu (15/9/2019).

Saking melekatnya merek busana muslim ini padanya, ia sampai dikenal dengan nama Keke. Sebagai distributor resmi satu-satunya, Syafria Ningsih atau Keke memasok berbagai barang ke daerah yang ada di Sumatera Utara pada awal bisnis.

Dari bisnis ini Keke membuka lapangan pekerjaan untuk lima orang anggota. Saat sedang musim lebaran, ia mencari banyak karyawan dadakan untuk membantunya.

"Melalui bisnis ini suami saya sudah fokus di sini dan tidak bekerja lagi di tempat lain. Otomatis kebutuhan rumah tangga juga dari bisnis ini. Kami bisa kuliahkan anak yang satu di Universitas Indonesia dan satu lagi di Telkom dari bisnis ini," katanya.

Syafria Ningsih mengatakan, ia awalnya tertarik mencoba usaha ini karena susah menemukan busana muslim untuk anak-anak pada tahun itu. Meski ada merek lain yang menawarkan busana muslim dipasaran menurutnya model yang ditawarkan monoton dengan bahan yang tidak terlalu bagus.

"Ada yang bagus tapi harganya mahal, jadi enggak ada pilihan waktu itu. Dan awal Keke ini, pabrik memproduksi busana muslim untuk anak-anak. Jadi saya ikut. Tapi kalau sekarang sudah mulai berkembang ke busana muslim orang dewasa dan juga hijab," katanya.

Sebagai distributor resmi Keke di Sumatera Utara, Syafria Ningsih mengatakan produk yang ia jual sudah pasti asli dan bisa lihat langsung ke tokonya di Jalan Ibrahim Umar nomor 15 Medan. Ia tak memungkiri banyak yang berjualan baju online mengambil gambar dari produk orang lain dan ini mengecewakan ketika barang sampai dan tidak sesuai gambar jadi dengan melihat langsung ke toko kekecewaan ini bisa berkurang.

"Tapi kalau produk asli Keke banyak yang bilang aslinya lebih bagus dari pada gambar. Selain itu bisa menekan ongkos kirim. Kalau ambil dari kami kan ongkosnya lebih murah dari pada ambil dari provinsi lain dan pastinya jadi lebih cepat sampai," katanya.

Ia mengatakan tahun 2006 saat awal mulai berjualan busana muslim ia memasarkan produk secara offline. Sejak 2016 ia mulai menjual produknya di e-commerce dan sosial media.

Ia mengatakan untung yang dihasilkan tidak sama setiap bulannya. Saat tiga bulan mendekati Ramadhan sampai menjelang takbiran ia bisa meraup omzet berkali lipat.

"Tapi omzet yang tiga bulan itu ya menutupi omzet bulan lainnya saat pembelian sepi. Kalau penjualan sedang sepi pun saya akan tetap belanja untuk memenuhi stock Ramadan nanti. Untungnya baju yang saya jual ini tak ketinggalan zaman. Artinya masih tetap dicari orang setiap tahun," katanya.

Ia mengatakan kunci usaha seperti ini adalah bersabar. Ia melihat banyak orang yang ingin menjadi reseller yang tidak sabar dan langsung mundur ketika mendengar target belanja setiap bulannya.

"Apalagi usaha ini tidak akan seramai menjelang lebaran. Karena baju bukan seperti makanan. Orang kadang beli saat membutuhkan saja. Makanya harus sabar dan rutin jualan. Jangan nanti siap lebaran tokonya ditutup. Yang penting orang tahu bahwa kita buka dan jualan, jadi dia selalu ingat belanja kemana saat dia membutuhkan barang tersebut," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved