Sikapi Aksi Ramai Penolakan Ketua KPK Terpilih, Irjen Firli Bahuri: Berbuat Baiklah, Jangan Dendam

Ketua KPK terpilih Irjen Firli Bahuri akhirnya merespons aksi penolakan dari sejumlah elemen dan individu terhadap dirinya

Sikapi Aksi Ramai Penolakan Ketua KPK Terpilih, Irjen Firli Bahuri: Berbuat Baiklah, Jangan Dendam
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri menjalani uji kelayakan Capim KPK, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Firli Bahuri ditetapkan sebagai Ketua KPK setelah memperoleh suara terbanyak dalam voting yang digelar Komisi III DPR. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

"Orangtua saya orang sakti. Ditembak tidak meledak, disayat tidak terluka, ditusuk tidak mempan. Dahulu pernah saya meminta ilmu yang dimilikinya. Namun dengan tegas bapak saya menolak dan tidak mau memberikannya," katanya.

Alih-alih menerima warisan ilmu sakti mandraguna, Firli Bahuri justru dinasihati bahwa ilmu kanuragan seperti yang dimiliki orangtuanya tidak akan bisa menyelamatkan dan meningkatkan kariernya.

Justru orangtuanya berpesan pada masa mendatang yang dibutuhkan bukan ilmu kanuragan, melainkan keikhlasan dan kesabaran serta tidak mendendam.

"Karena pesannya itulah yang akan menyelamatkan hidup dan bukan ilmu kebal tidak mempan," ucap Firli mengenang nasihat orangtuanya.

Baca: VIRAL Postingan Gubernur Riau ke Thailand di Tengah Derita Warga Kena Asap, Begini Kata Karo Humas

Baca: Abdi Tamba (17) Turut Tewas Laka Maut Mobil APV Terbalik di Tol Jagorawi saat Hendak ke Gereja

Menurut Firli Bahuri, dalam meniti karir dirinya melewati jalan yang cukup terjal dengan berbagai rintangan.

Namun, karena keyakinan dan berserah diri kepada Allah, dirinya akhirnya bisa menjadi seperti saat ini.

Dirinya juga meyakini apa yang dibebankan kepada seorang hamba tidak akan melebihi kemampuan hambanya.

Justru kata dia, seorang hamba akan memperoleh kemuliaan ketika berhasil melaksanakan beban berat yang telah Allah berikan tersebut.

"Saya pesankan kepada seluruh jajaran untuk tidak mencari kesempurnaan karena ketika kita mencari yang sempurna maka tidak akan pernah ditemukan. Kita bisa menemukan kesempurnaan ketika kita memiliki kemampuan menempatkan diri dan hati untuk menerima orang lain. Di situlah ada kesempurnaan," katanya.

Dikatakan Firli, sabar, syukur, dan ikhlas akan mengangkat karir dan menyelamatkan seseorang.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved