340 Pesilat Bersaing jadi Juara pada Ajang Liga Pora 2019

Ketua Panitia, yang juga Ketua Umum Pengprov IPSI Sumut Dahliana mengatakan, ajang ini diikuti sebanyak 20 perguruan silat

340 Pesilat Bersaing jadi Juara pada Ajang Liga Pora 2019
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Dua atlet pencak silat saat berlaga pada ajang Liga Pora 2019 di GOR Mini Pancing, Senin (16/9/2019) sore. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - 340 pesilat bersaing di ajang Liga Pora Olahraga Prestasi Unggulan Daerah (Opud) I tahun 2019 yang digelar Pengprov IPSI Sumut di GOR Mini Dispora Sumut, Jalan Williem Iskandar hingga Kamis (19/9/2019).

Ketua Panitia, yang juga Ketua Umum Pengprov IPSI Sumut Dahliana mengatakan, ajang ini diikuti sebanyak 20 perguruan silat dari 22 kabupaten/kota se-Sumut.

Dia menambahkan ada sebanyak 16 kelas yang dipertandingkan di ajang ini. Yakni, 10 kelas dari A sampai J untuk kategori putra dan 6 kelas dari A sampai F untuk kategori putri.

"Tujuan dari ajang ini adalah untuk menjaring atlet muda usia 17 sampai 20 tahun yang akan dipersiapkan jangka panjang untuk PON memperkuat Sumut di PON 2024," ujarnya, Senin sore (16/9/2019).

Sementara itu, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Dr Risdiamon Nasution yang hadir membuka acara tersebut mengatakan bahwa ajang ini merupakan salah satu program Kemenpora yang bertujuan meningkatkan kualitas lima cabor unggulan.

Kelima cabor tersebut adalah atletik yang digelar di Nusa Tenggara Barat, angkat besi di Jambi, panahan dihelat di Jawa Timur, panjat tebing di Jogjakarta dan Sumut dipercayakan gelar pencak silat. "Opud ini milik kita sama-sama. Menjadi tanggungjawab sama-sama, bagaimana di Sumut khususnya cabor pencak silat, bisa menjadi atlet nasional hingga dunia," ujarnya.

Risdiamon juga berharap, lewat ajang ini akan membawa banyak manfaat bagi perguruan pencak silat di Sumut. Dia pun meminta agar para atlet mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

"Setelah ini akan ada Seri II bulan November. Dari rangkaian tadi kita berharap ada manfaatnya ditelurkan atlet yang bisa melebihi prestasi sebelumnya," katanya.

Wakil Ketua I KONI Sumut, Prof Agung Sunarno yang juga hadir turut mengapresiasi ajang ini. Dia mengatakan, KONI Sumut akan memantau hasil dari kompetisi ini dan para atletnya akan masuk dalam program pembinaan jangka panjang KONI Sumut, yang nantinya menjadi cikal bakal bagi pencak silat di PON 2024 mendatang.

"Pada tahun 2024 saat Sumut dan Aceh tuan rumah PON bersama, maka atlet-atlet ini akan berusia 22 sampai 24 tahun, masa emas seorang atlet. Akan kita evaluasi, akan kita lihat, mana yang punya potensi khususnya di cabor pencak silat," kata Agung.

Adapun Para pendekar di ajang berasal dari pengcab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) se-Sumut. Antara lain, Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Sedang Bedagai, Karo, Asahan, Tanjungbalai, Simalungun, Labuhan Batu, Labura, Labusel, Madina, Palas, Sibolga, Samosir, Tobasa, Pakpak Barat, Dairi, Tapsel, Tapteng, serta dari berbagai perguruan silat.

(cr11/Tribun-Medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved