Anggota DPRD Darbani Dalimunthe Dibacok Tetangga: Untung Sedang Pakai Jaket Tebal

Calon anggota legislatif (Caleg) terpilih dari dapil I Deliserdang, Darbani Dalimunte mengaku diselamatkan oleh jaketnya yang tebal.

Anggota DPRD Darbani Dalimunthe Dibacok Tetangga: Untung Sedang Pakai Jaket Tebal
Facebook.com/Ir Darbani Dalimunthe Farmer
Anggota DPRD Deliserdang Darbani Dalimunthe. 

TRIBUN-MEDAN.com - Calon anggota legislatif (Caleg) terpilih dari dapil I Deliserdang, Darbani Dalimunte mengaku diselamatkan oleh jaketnya yang tebal.

Sebulan menjelang dilantik sebagai anggota DPRD Deliserdang periode 2019-2024 dirinya dibacok oleh tetangganya sendiri, Roni Abdi (38). Mereka sama-sama tinggal di Desa Tanjung Gusti, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang.

"Pembacokan itu malam Minggu kemarin sekitar pukul 23.30 WIB. Untunglah saat itu aku sedang pakai jaket tebal yang dari Jepang. Itukan tebalnya sekitar 2 cm karena khusus untuk dipakai musim salju," ujar Darbani Dalimunte ketika diwawancarai melalui telepon, Senin, (16/9/2019).

Caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) ini menceritakan malam Minggu itu dirinya sedang duduk-duduk di gudang tempat usaha penjualan ayam potong miliknya.

Di situ ada lima orang lain dan mereka sedang minum teh susu. Ketika sedang mengobrol tiba-tiba pelaku pun datang dengan mengendarai sepeda motor bersama-temannya.

"Dia stop (berhenti) di depan kami. Kukira saat itu paling cuma singgah saja minta duit. Tapi rupanya dikejarnya aku, terus dibilangnya 'siapa preman di sini. Di cincangnya (tebas) terus aku, kutangkislah terusan. Ya kami terkejut semua. Saat itu kurang sehat sebenarnya makanya pakai jaket tebal karenakan hujan. Kalau tidak ya sudah matilah," kata Darbani.

Usai ditebas dengan parang panjang saat itu Darbani menyebut dirinya masih sempat melakukan perlawanan. Karena sadar yang dibawa senjata tajam dan panjang ia pun langsung menempelkan badannya ke arah korban. Ia pun mendorong badan pelaku sampai terjatuh menabrak dari belakang sepeda motor yang terparkir.

"Sempat kurampas parang panjangnya itu. Begitu dia terjatuh dia pun langsung kabur sama kawannya itu."

"Kawanku saat itu bukan tidak mau menolong, tapi karena terkejut semua karena kejadiannya cuma sekitar 1,5 menit saja. Setelah kabur pelakunya itu baru kawan-kawan yang di lokasi sadar kenapa bisa gitu. Kalau jaket yang kupakai itu ya koyak-koyak juga. Pastinya enggak tahu berapa kali aku dicincangnya tapi ada sekitar lima kali juga itu membabi-buta dilakukannya," kata Darbani.

Ia mengaku hingga kini tidak mengerti mengapa pelaku bisa melakukan perbuatan itu padanya. Padahal selama ini ia sering ia memberikan uang ataupun pulsa karena memang bertetanggaan.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved