Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Medan, Erwin Siahaan Tidak Berhenti Jadi Ojol

Ditanya mengenai gebrakan apa yang akan dilakukannya pasca dilantik, PSI siap menerima dan menampung segala aspirasi masyarakat.

Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Medan, Erwin Siahaan Tidak Berhenti Jadi Ojol
Tribun-Medan /Nanda Rizka Nasution
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Erwin Siahaan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengemudi Ojek Online yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Erwin Siahaan tidak memungkiri jika ia masih aktif sebagai tukang ojek.

"Akun saya masih aktif. Bisalah sebulan sekali coba untuk turun ke masyarakat. Nge-prank nge-prank " katanya usai sumpah janji jabatan di Gedung DPRD Kota Medan.

Ditanya persoalan kepada ojek online yang harus diselesaikan, Erwin menjawab tidak bisa sepenuhnya dicampuri.

"Saya pernah datang, mereka diatur dalam Permenhub. Kalau masalah sistem, mereka tidak bisa diintervensi meskipun ada otonomi daerah," katanya

Semuanya, katanya, kembali ke perusahaan tempat mereka bernaung.

"Mereka bilang ini mitra. Kerja ya kerja. Enggak ya enggak. Kalau dari teman-teman sesama pengendara, mereka minta difasilitasi seperti parkiran. Kalau masalah harga saya tidak bisa intervensi," katanya.

Erwin Siahaan, Anggota DPRD Medan 2019-2024
Erwin Siahaan, Anggota DPRD Medan 2019-2024 (Tribun Medan)

Juga mengenai sistem pemutusan kemitraan. Semua ada sistem yang mengatur, katanya. Setiap ada putusan mitra, pasti ada penyebab yang fatal.

Hal itu di luar wewenangnya selain kepentingan yang lebih umum misalnya penyediaan shelter bagi ojek online yang dibicarakannya.

Ditanya mengenai gebrakan apa yang akan dilakukannya pasca dilantik, PSI siap menerima dan menampung segala aspirasi masyarakat.

"Yang pasti instruksi dari PSI akan kita laksanakan seperti membuka pengaduan masyarakat. Besok kita akan langsung bekerja," katanya.

Isu begal, banjir, pengangguran terkait ketersediaan lapangan pekerjaan adalah fokus utama mereka terutama infrastruktur.

"Sinergitas yang penting. Kita tidak bisa sendirian. Eksekutif, legislatif, masyarakat semuanya harus terintegrasi mendukung," katanya.

"Harapan kita semua untuk Kota Medan ini sama. Aman, nyaman, layak dan toleran," pungkasnya.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved