Direktur Jasindo Bersama Menteri Susi Serahkan Bantuan ke Nelayan

Sejumlah keluarga nelayan menerima bantuan dari Asuransi Jasindo pada kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti di Pantai

Direktur Jasindo Bersama Menteri Susi Serahkan Bantuan ke Nelayan
Tribun Medan/HO
Sejumlah keluarga nelayan menerima bantuan dari Asuransi Jasindo pada kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti di Pantai Pare-parean, Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Minggu, (15/9/2019). Penyerahan bantuan secara simbolis itu diserahkan oleh Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L Tobing dan Menteri Susi Puji Astuti kepada perwakilan nelayan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan,  Arjuna Bakkara

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, TOBASA - Sejumlah keluarga nelayan menerima bantuan dari Asuransi Jasindo pada kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti di Pantai Pare-parean, Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Minggu, (15/9/2019). Penyerahan bantuan secara simbolis itu diserahkan oleh Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L Tobing dan Menteri Susi Puji Astuti kepada perwakilan nelayan. 

Adapun bantuan yang diberikan yakni, bantuan premi asuransi Nelayan. Selain itu ada bantuan berupa alat tangkap ikan dan bantuan secara simbolis itu diterima perwakilan nelayan di Danau Toba, Fulider Napitupulu. 

Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L Tobing kepada Tribun mengatakan sengaja termotivasi memberi bantuan kepada Nelayan Danau Toba. Hal yang mendasari, menurutnya Asuransi Jasindo sebagai perusahaan BUMN merasa memiliki tanggung jawab moral mendukung setiap program pemerintah.

Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L Tobing memberikan bantuan berupa premi asuransi nelayan dan bantuan berupa alat tangkap ikan di Pantai Pare-parean, Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Minggu, (15/9/2019).
Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L Tobing memberikan bantuan berupa premi asuransi nelayan dan bantuan berupa alat tangkap ikan di Pantai Pare-parean, Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Minggu, (15/9/2019). (Tribun Medan/HO)
Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L Tobing memberikan bantuan berupa premi asuransi nelayan dan bantuan berupa alat tangkap ikan di Pantai Pare-parean, Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Minggu, (15/9/2019).
Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L Tobing memberikan bantuan berupa premi asuransi nelayan dan bantuan berupa alat tangkap ikan di Pantai Pare-parean, Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Minggu, (15/9/2019). (Tribun Medan/HO)

"Pertama, kita kan bagian daripada pemerintah sebagai perusahaan BUMN tentunya mendukung setiap program pemerintah khususnya dalam memberdayakan masyarakat," tuturnya. 

Disebutkan Sahata, bagaimanapun Asuransi Jasindo ikut bertanggung jawab untuk mendorong ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, Asuransi Jasindo mendorong agar ekonomi masyarakat dapat berjalan sehingga meningkatkan kemamurannya sendiri. 

 "Nah Asuransi Jasindo berperan di situ dalam mendorong ekonominya. Ada di daerah kita buat alat untuk mendorong ekonomi daerah. Nah karena itu kita melihat dan mendorong ekonomi Masyarakat Danau Toba," tambahnya. 

Menurutnya, untuk Danau Toba semua pihak haruslah mendorong perekonomian warga, khususnya nelayan. Karenanya, Asuransi Jasindo ikut sebagai pendorong budidaya ikan dan menyoliasisasikan budidaya ikan sebagai sumber protein untuk masyarakat sekitar Danau Toba.

Belakangan Global Geoparks Network (GGN) Unesco telah mengakui Geopark Kaldera Toba, dan Jasindo tentu ikut mempertahankan Danau Toba sebagai Taman Bumi. Jadi, orang-orang yang berkunjung pun nantinya akan aman baik secara fisik maupun secara kesehatan, dan termasuk pangan yang berkaitan dengan salah satunya biodiversity.

Biodiversity salah satu persyaratan Kaldera Toba diakui GGN UNESCO. Tentu flora dan fauna endemik yang nyaris punah, seperti Ikan Batak 'Ihan' di Danau Toba katanya harus menjadi perhatian semua pihak mengembalikannya. Apalagi, salah satu garansi untuk dikui adalah ketika ekosistemnya bagus. 

"Kalau mau  pariwisatanya bagus di sini, itu kan ekosistemnya harus bagus dan bersahabat dengan alam. Nah, pembangunan sudah masuk tinggal bagaimana bisa bersahabat dengan alam dan lingkungan," sebutnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti mengaku apresiasi terhadap etnik Batak Toba yang adat istiadatnya dari lahir sampai mati sarat dengan ikan. 

"Saya apresiasi luar biasa orang sejak lama Batak makan ikan ini. Selamat kalau orang toba sudah punya kebiasaan makan ikan. Berarti, kalau sudah makan ikan sudah selamat. Jadi ini mohon jangan untuk upacara saja. Lakukan setiap hari," cetusnya. 

Melihat kawasan Toba yang persawahannya memiliki banyak air, Susi menganjurkan budidaya ikan. Kepada Bupati Darwin Siagian, Susi meminta agar membuat budidaya dan pembibitan ikan di Tobasa. 

"Saya lihat persawahan di sini banyaknairnya, kenapa tidak dibuat Mina Padi. Buat ikan di sawah. Dengan kondisi alam seperti ini, seharusnya bisa swasembada. Orang batak rajin, tapi belum cukup. Mari lebih kreatif lagi. Tanam di galangan itu plawija,  kacang panjang, singkong, jagung, ikan dan lainnya," sebutnya. (Jun/medan.tribunnews.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Ryan Nur Harahap
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved