Kedai Kopi Sudah Menjamur, Mari Melirik Potensi Bisnis Pengharum Ruangan dari Kopi

"Saya melihat ada potensi yang bisa dikembangkan dengan kopi, tetapi bukan dengan membuka gerai atau coffee shop," kata Dudy.

Kedai Kopi Sudah Menjamur, Mari Melirik Potensi Bisnis Pengharum Ruangan dari Kopi
Tribun Medan/Natalin Sinaga
Produk Kopi Wangi 

TRIBUN-MEDAN.com-Bisnis kopi menjadi sebuah ladang usaha yang banyak diminati masyarakat di negeri ini, mulai dari mendirikan kedai kopi hingga menawarkan aneka jenis biji dan bubuk kopi dari seluruh daerah di Indonesia.

Salah satu pekerja kantoran yang jeli melihat peluang usaha dari penjualan biji dan bubuk kopi itu adalah Dudy Agung Trisna. Ia mulai melakoni usaha sampingan menjual bubuk kopi kemasan sejak Oktober 2018. Dudy menjual kopi kemasan dan biji kopi dengan brand Kopi Wangi.

Laki-laki kelahiran Medan, 09 September 1982 ini mengatakan awalnya ia membuka usaha kopi ini sebab ia suka minum kopi. Kemudian ia memulai berfikir untuk memulai usaha yang berhubungan dengan kopi.

"Saya melihat ada potensi yang bisa dikembangkan dengan kopi, tetapi bukan dengan membuka gerai atau coffee shop yang memang sudah menjamur dimana-mana. Tapi dengan membuat sebuah produk dari kopi yang bisa digunakan sebagai penetral aroma dan bau tidak sedap," ucap Dudy.

Diakuinya, produk kopi ini bukanlah produk baru karena produk serupa juga telah ada di Jawa dan Bali. Tapi saat itu, untuk Sumatera Utara, Dudy belum menemukan produk biji kopi tersebut.

"Saya memulai bekerjasama dengan adik yang kebetulan bergelut di usaha hand craft (kerajinan tangan) dan bisnis antaran pengantin. Saya meminta ia untuk membuatkan model kemasan untuk meletakkan biji kopi. Perlu beberapa kali ganti kemasan, baik dari kemasan goninya maupun dari kemasan plastiknya. Hingga saat ini
kami memiliki empat varian atau jenis pengharum yang terbuat dari kopi," jelasnya.

Khusus untuk pengharum, kata Dudy, ia menggunakan biji kopi asli dari Aceh Gayo dengan campuran robusta dan arabica.

Pemilik Kopi Wangi, Dudy Agung Trisna (kiri).
Pemilik Kopi Wangi, Dudy Agung Trisna (kiri). (Tribun Medan/Natalin Sinaga)

"Kami tidak menggunakan tambahan esens kimia pada produk pengharumnya. Jadi murni aromanya memang dari biji kopi. Dimana sesuai dengan sifat biji kopi, yaitu memiliki sifat higroskopis yang dapat menyerap partikel udara sekitar dan menetralkan aroma bau," ucapnya.

Pada Agustus 2019, Dudy mulai menambah lini usaha yaitu kopi filter. Kopi yang telah digiling, dimasukkan ke dalam filter (filter teh celup). Sehingga memudahkan bagi yang suka minum kopi cukup di seduh dengan air panas secukupnya dan tanpa ada meninggalkan ampas.

"Untuk kopi wangi filter, kami menyedikan beberapa varian jenis biji kopi, mulai dari Gayo, Toraja, Mandheling, Flores dan lainnya. Kami juga menyediakan "wine coffee" yang dikemas khusus dengan filter seduh "dripbag". Untuk wine coffee, kami memiliki jenis kopi sidikalang dan gayo wine," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved