Kemendag Musnahkan Dua Kontainer Barang Temuan Post Border

"Dengan adanya post border ini, barang-barang impotir begitu masuk ke pelabuhan, pengeluaran barangnya akan lebih cepat," ungkapnya.

Kemendag Musnahkan Dua Kontainer Barang Temuan Post Border
Tribun Medan / Septrina Ayu Simanjorang
Direktur Jenderal PKTN, Veri Anggrijono, saat meninjau pemusnahan barang temuan impor post border untuk wilayah Sumatra Utara periode Januari hingga Agustus 2019 di Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I Medan, Sumatra Utara, Senin (16/9/2019). Lampu swaballast, kertas dinding, dan kertas rekam dengan jumlah dua kontainer atau senilai kurang lebih Rp 1 miliar dimusnahkan 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Lampu swaballast, kertas dinding, dan kertas rekam dengan jumlah dua kontainer atau senilai kurang lebih Rp 1 miliar dimusnahkan dalam kegiatan pemusnahan barang temuan impor post border untuk wilayah Sumatra Utara periode Januari hingga Agustus 2019.

Pemusnahan ini digelar di Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I Medan, Sumatra Utara, Senin (16/9/2019). Barang-barang tersebut berasal dari tiga impotir. Kebanyakan produk ini berasal dari China. Beberapa diantaranya diduga sudah masuk ke pasar.

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap importir yang menyalahgunakan kebijakan pengawasan di luar kawasan pabean (post border).

Dari kegiatan pengawasan, ditemukan importir yang melakukan pelanggaran, yaitu melakukan importasi tidak disertai perizinan impor yang sesuai misalnya surat persetujuan impor, nomor pendaftaran barang, serta laporan surveyor. Karena itu, barang impor tersebut dikenakan sanksi antara lain pemusnahan

Direktur Jenderal PKTN, Veri Anggrijono, saat meninjau pelaksanaan kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan pemusnahan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan.

"Kita melakukan ini karena ingin memberikan efek jera kepada para pelaku usaha terutama importir yang memanfaatkan celah-celah kebijakan-kebijakan pergeseran pengawasan dari border ke post border," kata Veri.

Sejak Februari 2018, Pemerintah telah menyederhanakan tata niaga ekspor dan impor melalui paket Kebijakan Ekonomi 17 tahun 2017 dan Keputusan Menko Perekonomian Nomor 71 Tahun 2017 tentang Tim Tata Niaga Ekspor dan Impor, berupa pengurangan Barang Larangan dan/atau Pembatasan (Lartas) Impor melalui pergeseran pengawasan impor dari border ke post border.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Perdagangan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 28 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Tata Niaga Impor di Luar Kawasan Pabean.

Selanjutnya, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal PKTN bekerja sama dengan pihak terkait melakukannya serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengawasan post border.

Kasi Penyidikan Kanwil BC Sumut, Eka Mestika Galih mengatakan dengan adanya Post Border ini peluang pelanggaran bisa terjadi namun dengan pemusnahan ini menurutnya Kementerian Perdagangan berhasil dalam melakukan pengawasan.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved