NGERI, Polusi Udara Palangkaraya 20 Kali Batas Normal, Jokowi Rapat Kabinet di Pekanbaru Riau

NGERI, Polusi Udara Palangkaraya 20 Kali Batas Normal, Jokowi Rapat Kabinet di Pekanbaru Riau

NGERI, Polusi Udara Palangkaraya 20 Kali Batas Normal, Jokowi Rapat Kabinet di Pekanbaru Riau
bbc/BJORN VAUGHN
NGERI, Polusi Udara Palangkaraya 20 Kali Batas Normal, Jokowi Rapat Kabinet di Pekanbaru Riau . Walau polusi udara yang menyelubungi Palangkaraya mencapai puluhan kali lipat dari batas normal, sebagian warga tampak tidak memakai masker dan merokok sembari mengendarai motor. 

#NGERI, Polusi Udara Palangkaraya 20 Kali Batas Normal, Jokowi Rapat Kabinet di Pekanbaru Riau 

TRIBUN-MEDAN.COM - Polusi udara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, selama empat hari terakhir berada dalam taraf membahayakan akibat asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Pada Senin (16/09/2019), kandungan polusi PM2,5 tercatat mencapai 1.413,4 mikrogram/m³.

Padahal, ambang batas normal polusi PM2,5 yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah 65 mikrogram/m³.

Polusi udara dengan taraf berpuluh kali lipat dari ambang batas normal tak kunjung berubah sejak Jumat (13/09), menurut AirVisual.com yang merujuk data KLHK.

karhutla
BBC NEWS INDONESIA

Partikulat (PM2,5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

Ukurannya yang sangat kecil bisa diibaratkan hanya 3% dari diameter rambut manusia.

Sedemikian kecilnya, Greenpeace Indonesia mengatakan bahwa PM 2,5 bisa dengan mudah menembus masker hijau yang biasa dipakai warga.

palangkaraya
Siswa yang orang tuanya mampu secara ekonomi memakai perangkat masker yang lebih baik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (12/09)/BJORN VAUGHN.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut polusi udara, terutama yang sangat halus seperti PM 2,5, amat berbahaya bagi kesehatan terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia.

Penyakit yang dapat terjadi akibat PM 2,5 yang tinggi ini antara lain stroke, penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan, kanker dan penyakit paru kronis.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved