Pelantikan DPRD Sumut, ALAM-AKSI Unjuk Rasa Tuntut Evaluasi Arsyad dan Haris Lubis

Meminta kepada para dewan terpilih untuk dapat lebih ketat melakukan pengawasan terhadap kasus-kasus korupsi

Pelantikan DPRD Sumut, ALAM-AKSI Unjuk Rasa Tuntut Evaluasi Arsyad dan Haris Lubis
TRIBUN MEDAN/SATIA
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (ALAM-AKSI) melakukan unjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (16/9/2019). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Detik-detik pelantikan seratus anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara diwarnai unjukrasa oleh sekolompok mahasiswa, di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (16/9/2019).

Dalam aksinya ini, mereka tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (ALAM-AKSI). Meminta kepada para dewan terpilih untuk dapat lebih ketat melakukan pengawasan terhadap kasus-kasus korupsi.

Pada aksinya mereka menuntut Gubernur Sumut segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis dan Kepala Dinas Perhubungan Sumut Haris Lubis, karena diduga terlibat korupsi.

"Segera tangkap Arsyad Lubis dan Haris Lubis. Karena telah merugikan negara," kata Ketua ALAM-AKSI Eka Armada melalui pelantang suara.

Baca: Rp 13 Miliar Dana Bos TA 2018 Belum Disalurkan, Kadisdik Sumut Arsyad Lubis tak Tahu

Baca: Unjuk Rasa Lagi soal Arsyad Lubis dan Haris Lubis, Pelantang Suara Pengunjukrasa Dirusak Satpol PP

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (ALAM-AKSI) berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (3/9/2019).
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (ALAM-AKSI) berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (3/9/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Belasan pemuda ini datang dengan menggunakan sepeda motor sambil membawa spanduk bertuliskan kecaman kepada pemerintah karena tidak berani melakukan perbuatan kepada para pejabat korup.

Mereka menduga Arsyad Lubis melakukan praktik-praktik korupsi terhadap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) paa tahun 2018.

Baca: PMII dan HIMMAH Sumut Desak Gubernur Copot Arsyad Lubis, Beberkan Fakta Dugaan Korupsi Rp 45 Miliar

Baca: Terima Audensi Demonstran, Gubernur Edy Rahmayadi Ungkap Alasan Kenapa Tak Pecat Arsyad Lubis

Hal tersebut, ditelusuri para pengunjukrasa setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit dan menemukan kejanggalan tehadap dana BOS.

"Kami berharap Sumut dapat bersih dari orang-orang bermental korup," pungkasnya.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved