Pertama di Indonesia, Rudenim Medan Luncurkan Aplikasi Online Pengawasan Pengungsi Asing

Perwakilan dari Organisasi Migrasi Internasional (IOM), Hariaty menjelaskan ihaknya sangat membutuhkan kerjasama dalam pengawasan para imigran.

Pertama di Indonesia, Rudenim Medan Luncurkan Aplikasi Online Pengawasan Pengungsi Asing
Tribun Medan/Vicoty Arrival Hutauruk
Rumah Ditensi Imigarasi (Rudenim) Kota Medan meluncurkan Aplikasi Pengawasan Pengungsi Berbaris Android (e-App) pada Senin (16/9/2019) di Hotel Top In, Jalan Flamboyan Raya No.81, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Rumah Ditensi Imigrasi (Rudenim) Kota Medan meluncurkan Aplikasi Pengawasan Pengungsi Berbaris Android (e-App) pada Senin (16/9/2019) di Hotel Top In, Jalan Flamboyan Raya No.81, Medan.

Peluncuran aplikasi sekaligus mencatatkan Rudenim Medan menjadi yang pertama dari 13 Kantor Rudenim yang ada di Indonesia yang melakukan pengawasan pengungsi secara online.

Kota Medan sendiri merupakan kota terbanyak menerima pengungsi, dimana saat ini jumlah pengungsi ada 2001 orang di 20 CH dari 16 negara.

Kepala Rudenim Medan Viktor Manurung membeberkan bahwa dengan aplikasi ini membuat pihaknya bisa melacak para pengungsi yang ada di 20 Community House (CH) di Medan sekitarnya.

Apabila para pengungsi ada yang kedapatan bekerja, keluar di luar jam malam, hingga berada di klub malam dapat dideteksi dan akan segera dilakukan pembinaan yang bekerjasama dengan Kesbangpol Kota Medan.

Saat ini ada 2.001 pengungsi yang ada di Kota Medan, aplikasi ini dibuat karena kekurangan petugas yang dapat mengawasi. 

"Jadi ada 4 fitur dalam aplikasi itu ada fasilitas Izin keluar, izin masuk, kolom melaporkan kegiatan. Jadi di CH itu tidak lagi di absen secara manual lagi. Jadi semua pengungsi disini ada 2001 orang bisa dipantau keberadaannya," tuturnya.

Jadi, dijelaskan Viktor nantinya para pengungsi akan diberikan kartu untuk bisa izin keluar dan akan diverifikasi oleh pemilik Community House di masing-masing tempat.

"Jadi cara pemakaian aplikasi ini nantinya para pemilik CH akan memverifikasi kartu para imigran ini. Jadi ketika akan keluar mereka harus discan dulu datanya. Jadi kami Rudenim dapat memantau keberadaan mereka. Semisal adanya kejadian di CH seperti ada pengungsi yang berkelahi atau melakukan kelakuan buruk di CH bisa diberitahu dalam aplikasi. Lalu nantinya keterangan itu akan masuk dan tim kita langsung turun," bebernya.

Amatan Tribun, langsung saja Viktor mencoba aplikasi tersebut kepada pengungsi asal Pakistan bernama Barat Ali Qambari.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved