Presenter Televisi Italia Dipecat karena Hina Striker Inter Milan, Romelu Lukaku

Saya tak pernah melihat penyerang Liga Italia seperti Lukaku di tim manapun, tidak di AC Milan, Inter, Roma, dan Lazio,

Presenter Televisi Italia Dipecat karena Hina Striker Inter Milan, Romelu Lukaku
TWITTER.com/INTER_EN
Presenter Televisi Italia Dipecat karena Hina Striker Inter Milan, Romelu Lukaku. Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Inter Milan, 8 Agustus 2019. (TWITTER.com/INTER_EN) 

Presenter Televisi Italia Dipecat karena Hina Striker Inter Milan, Romelu Lukaku

TRIBUN-MEDAN.com-Presenter Televisi Italia Dipecat karena Hina Striker Inter Milan, Romelu Lukaku.

Salah seorang komentator sepak bola Italia diberhentikan usai melontarkan pernyataan rasialis kepada penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku.

Seorang komentator sepak bola Italia dikabarkan dibebastugaskan oleh salah satu kanal televisi Italia.

Pria bernama Luciano Passirani tersebut diberhentikan usai memberikan pernyataan rasialis.

Yang menjadi sasaran ialah penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku.

"Saya tak pernah melihat penyerang Liga Italia seperti Lukaku di tim manapun, tidak di AC Milan, Inter, Roma, dan Lazio," tutur Passirani.

"Ia adalah salah satu yang terkuat dan saya menyukainya karena ia adalah salah satu yang terkuat, ia setidaknya dua kali lebih kuat daripada penyerang Atalanta, Duvan Zapata."

"Jika Mmereka berduel satu lawan satu dengan Anda mereka akan bergelimpangan. Anda akan baik-baik saja jika Anda punya sepuluh buah pisang untuk diberikan kepadanya sebagai makanan," ucap Passirani menambahkan.

Direktur kanal televisi tersebut, Fabio Ravezzani, kemudian langsung meminta maaf pasca-ucapan tersebut muncul dari mulut Passirani.

 
Internazionale v Udinese - Italian Serie A : News Photo

Sang direktur meminta maaf sebelum memberi klarifikasi bahwa jasa Passirani tak akan dipakai lagi dalam siaran apapun.

Di sisi lain, Romelu Lukaku memang menjadi sasaran ucapan bernada rasialis, sejak ia hengkang dari Manchester United pada musim panas 2019

 

Salah satu puncaknya ialah ketika penyerang timnas Belgia tersebut mencetak gol dari titik penalti kala Inter Milan menang 2-1 kontra Cagliari dalam laga pekan kedua Liga Italia. (*)

Artikel ini sudah terbit di BolaSport

Editor: Joseph W Ginting
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved