Terungkap Kasus Pencabulan Belasan Anak di Bawah Umur oleh Tukang Botot, Ini Pengakuan Pelaku

Kasus pencabulan belasan anak laki-laki di bawah umur yang dilakukan oleh tukang botot atau rongsokan.

Terungkap Kasus Pencabulan Belasan Anak di Bawah Umur oleh Tukang Botot, Ini Pengakuan Pelaku
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Tersangka kasus pencabulan 19 anak di bawah umur asal Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (13/9/2019). 

Pria Pencari barang Rongsokan ini Cabuli Puluhan Anak Laki, Seminggu Tiga Kali hingga Punya Mangsa Langganan. Akui punya kelainan orientasi seksual.

////

TRIBUN-MEDAN.COM - Belakangan ini kabupaten Tulungagung dihebohkan dengan kasus pencabulan belasan anak laki-laki di bawah umur yang dilakukan oleh tukang botot atau rongsokan.

Pelaku yang bekerja sehari-hari sebagai tukang botot berhasil diringkus Tim Renakta Ditreskrimum Polda Jatim meringkus pria asal Kabupaten Tulungagung.

Tersangka bernama Muhajar Sidiq (42) diduga telah melakukan pencabulan kepada anak dibawah umur.

Warga Dusun Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung itu diduga mencabuli 19 orang anak di bawah umur.

Melansir dari TribunMadura.com, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana mengatakan, usia korban rata-rata 14 - 19 tahun dan berjenis kelamin laki-laki.

"Rata-rata umur 14-19 tahun laki-laki semua," kata AKBP Festo Ari Permana, Jumat (13/9/2019).

AKBP Festo Ari Permana mengungkapkan, para korbannya ada yang tinggal bertetanggaan dengan pelaku, ada juga yang berasal dari desa lain bahkan kabupaten lain yang berada di sekitar Tulungagung.

Berdasarkan informasi dan catatan penyidik, sebanyak 16 korban berdomsili di Kabupaten Tulungagung, dua orang asal Blitar, dan satu korban dari Kediri.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved