Galian C Ilegal di Pantai Acong Kembali Digrebek, Polisi Tak Kunjung Tetapkan Tersangka

Pengusaha Galian C terkesan kebal hukum sehingga tetap berani beroperasi, meski sudah pernah digrebek beberapa waktu silam.

Galian C Ilegal di Pantai Acong Kembali Digrebek, Polisi Tak Kunjung Tetapkan Tersangka
Tribun Medan / Dedy
Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai gerebek Galian C Ilegal Pantai Acong di Kelurahan Bhakti Karya Binjai Selatan, Selasa (17/9/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Aktivitas Galian C Pantai Acong, di Kelurahan Bhakti Karya Binjai Selatan tak menggubris tindakan Polres Binjai.

Pengusaha Galian C terkesan kebal hukum sehingga tetap berani beroperasi, meski sudah pernah digrebek beberapa waktu silam.

Teranyar Satuan Reskrim Polres Binjai kembali melakukan penindakan dan penggerebekan ke lokasi Galian C yang telah mencapai kerusakan lingkungan 100 Hektare, Selasa (17/9/2019).

Tujuh orang diamankan dari lokasi beserta dump truk dan alat Galian C manual.

Tujuh orang diamankan di antara tiga orang sopir truk dari lokasi yakni, Tomas Surbakti (33) warga Jln Sei Wampu Lingkungan VII Kelurahan Tanah Seribu Kecamatan Binjai Selatan (Sopir Dump Truk BK 9135 PU), Nurmansyah (30) warga Jalan Sei Bangkatan Kelurahan Tanah Seribu Kecamatan Binjai Selatan (Sopir dump truck BK 9487 YZ), Supianto (36) warga Jalan Sei Bangkatan Kelurahan Tanah seribu Kecamatan Binjai selatan (Sopir dump truk BK 8750 CM).

Empat orang lainnya yakni, Didin zulkarnain (34) warga Gang Jaya Wijaya Kelurahan Binjai Estate Binjai Selatan (pemuat tanah timbun), Tomi Surbakti (27) warga Pasar 8 Tanah Merah Kecamatan Binjai selatan. (pemuat tanah timbun), Doni Lesmana (32) warga Jalan Samanhudi Pasar 8 Kelurahan Tanah Merah Binjai Selatan (pemuat tanah timbun ), lalu Juhri (55) warga Pasar 4 Bhakti Karya (pemuat tanah timbun ). Mereka diamankan beserta baarang bukti tiga unit mobil dum truk dan dua alat sekop tanah.

Dikonfirmasi terkait penetapan tersangka, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif mengatakan bahwa pihaknya belum menetapkan satu pun tersangka, meski sudah jelas-jelas aktivitas Galian C melanggar hukum. Katanya pihanya masih dalam proses penyelidikan dan memeriksa tujuh orang yang diamankan sebagai saksi.

"Gakian C Bhakti Karya masih dalam penyelidikan. Belum ada tersangka, masih kami periksa saksi-saksi, tujuh orang itu masih diduga, dan kami amankan tiga truk karena masih beroperasi. Belum ada tersangka," katanya.

Kasubag Humas Polres Binjai Iptu Siswanto Ginting menjelaskan penggerebekan berdasarkan laporan masyarakat dan dilakukan sesuai Surat Perintah Tugas Nomor : Sp. Gas / 836 / IX/ 2019 / Reskrim, tanggal 17 September 2019 dan Perintah Lisan Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto. Katanya, ada tujuh personil Sat Reskrim bergerak menuju tempat Galian C Ilegal di Pantai Acong di Kelurahan Bhakti Karya Kecamatan Binjai Selatan.

"Tim menemukan tujuh pelaku penambangan Galian C tanpa izin dan tiga unit mobil dum truk. Dimana pelaku melakukan penambangan galian C secara manual dengan cara menyekop tanah timbun dan pasir menggunakan alat sekop ke dalam dump truck yang datang membeli tanah galian C tersebut,"katanya.

Ketujuh orang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Binjai. Kepada masyarakat diharap turut proaktif melaporkan jika ada melihat aktivitas Galian C yang selama ini marak di Kota Binjai.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved