Komite Sekolah Akui Penyaluran Dana BOS Kurang Transparan: Kata Pihak Sekolah Mereka yang Mengurus

Menurut keterangan dari Ketua Komite SMAN 1 Tiganderket Bahtera Pelawi, pihaknya sudah sering mempertanyakan ke mana aliran dana BOS dialokasikan.

Komite Sekolah Akui Penyaluran Dana BOS Kurang Transparan: Kata Pihak Sekolah Mereka yang Mengurus
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Ratusan pelajar SMAN 1 Tiganderket, menggelar demo untuk menuntut transparansi pengguna dana BOS, di sekolahnya Jalan Pendidikan, Desa Tiganderket, Kecamatan Tiganderket, Senin (16/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, TIGANDERKET - Sikap pihak SMAN 1 Tiganderket yang dinilai tidak transparan dalam penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ternyata tak hanya dirasakan oleh para siswa.

Anggota komite yang merupakan perwakilan orangtua siswa di sekolah, juga merasakan hal yang sama.

Menurut keterangan dari Ketua Komite SMAN 1 Tiganderket Bahtera Pelawi, pihaknya sudah sering mempertanyakan ke mana aliran dana BOS dialokasikan. Namun, pihak sekolah hanya memberikan jawaban secara normatif dan tidak memberikan penjelasan secara detail. Padahal, menurut sepengetahuannya komite berhak mengetahui rincian penggunaan dana BOS.

"Sepengetahuan kami, kami berhak mengetahui program dana BOS ini, dan harus kami teken (paraf). Tapi setiap kami tanyakan ke mana aliran dana BOS, pihak sekolah bilang itu sudah sekolah yang mengurus," ujar Bahtera, Selasa (17/9/2019).

Baca: Ratusan Siswa SMAN 1 Tiganderket Menuntut Transparansi Dana BOS

Baca: Unjuk Rasa Ratusan Siswa soal Dana BOS, Disdik Sumut akan Panggil Kepsek SMAN 1 Tiganderket

Para siswa SMAN 1 Tigandreket yang sudah muak tidak adanya transparansi dana BOS,
Para siswa SMAN 1 Tigandreket yang sudah muak tidak adanya transparansi dana BOS, (TRIBUN MEDAN/M NASRUL)

Dirinya mengungkapkan, beberapa waktu lalu saat menggelar rapat dengan pihak sekolah, Kepala Sekolah SMAN 1 Tiganderket Jasua Surbakti juga hanya memberikan jawaban yang singkat. Dirinya mengatakan, Jasua hanya menjelaskan dana BOS sudah dipergunakan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis).

"Padahal sama saya ada itu buku petunjuk dana BOS. Tapi kata kepala sekolah sudah dipergunakan sesuai Juknis, jadi kami mau bilang apa lagi. Kami enggak bisa memaksakan juga," ucapnya.

Pria berkacamata itu menjelaskan, pada pembahasan dana BOS yang dilakukan minggu lalu, ia juga mengatakan pihak sekolah masih dinilai kurang terbuka. Saat ditanya apakah pihak sekolah pernah memberikan rincian alokasi dana BOS, dirinya mengaku hingga saat ini komite tidak pernah diberikan penjelasan tentang ke mana saja aliran dana BOS itu disalurkan.

"Ini yang enggak bisa kami ketahui, jadi bagaimana kami buat. kami desak pun, pihak sekolah cuma bilang sudah digunakan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Sudah juga kami tuntut, tapi ya itu yang dikatakan sekolah," ungkapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya ratusan pelajar SMAN 1 Tiganderket, sempat menggelar demo untuk menuntut pihak sekolah transparan dalam penggunaan dana BOS. Diketahui, tuntutan para pelajar akibat tidak diketahuinya ke mana penyaluran dana BOS yang selama ini diterima oleh sekolah.

Pasalnya, beberapa fasilitas pendukung untuk aktivitas belajar mengajar dirasa sangat kurang. Dan beberapa fasilitas sekolah, dinilai tidak layak.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved