TRIBUNWIKI

Pasar Ular, Pusat Jual Beli Barang Bekas di Kota Medan

Lokasi pasar yang berdekatan dengan Pasar Sambu ini sudah ada sekitar tahun 1990-an.

Pasar Ular, Pusat Jual Beli Barang Bekas di Kota Medan
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Lapak pedagang di Pasar Ular yang menjual barang bekas, barang antik dan unik di Jalan Sutomo, Simpang Jalan Veteran Kota Medan, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebutan Pasar Ular, atau juga disebut Pajak Ular sudah sangat familiar di sebagian kalangan Kota Medan untuk pasar yang berada di Jalan Sutomo, Medan.

Lokasi pasar yang berdekatan dengan Pasar Sambu ini sudah ada sekitar tahun 1990-an.

Pajak Ular ini di Medan terkenal sebagai pusat jual beli barang bekas, begitu juga barang-barang antik dan unik yang bekas.

Biasanya sebagian masyarakat Medan berbelanja barang bekas di Pajak Ular. Hal ini dikarenakan harga yang sangat murah, serta barang bekas yang dijual pun bermerek.

Walaupun demikian, masyarakat tetap berhati-hati dan harus teliti untuk berbelanja di Pasar Ular. Karena, tidak semua yang dijual merupakan barang bekas yang memiliki merek ternama atau orisinil. Jangan sampai setibanya di rumah barang yang dibeli tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya dan tak sesuai ekspektasi.

Selain berbelanja barang bekas atau barang antik, unik dan kuno. Di Pajak Ular ini juga bisa bernostalgia pada masa silam, karena bisa melihat barang-barang zaman dahulu yang sampai saat ini masih ada.

Namun, sayangnya Pajak Ular ini tidak dibuat dan diatur pemerintahan setempat menjadi distenasi wisata. Kemudian, Pajak Ular ini tidak menjadi Ikon Lokal Market di Kota Medan. Padahal Pajak Ular ini sangat unik bila dijadikan destinasi wisata khas Kota Medan.

Apabila diatur oleh pemerintah daerah, kemungkinan orang-orang berbelanja ke Pajak Ular akan nyaman dan aman. Kemudian, bagi anda yang ingin dan berkujung ke Pajak Ular membawa kendaraan seperti sepeda motor. Parkiran kendaraan tempat yang aman dan ditambah kunci ganda untuk mengamankan kendaraan anda. Hal ini dilakukan agar kendaraan anda tidak digondol maling.

Pajak Ular ini biasanya ramai pada pukul 14.00 WIB sampai sore hari. Untuk waktu beroperasionalnya setiap hari, buka pada pukul 09.00 WIB sampai 18.30 WIB. Kemudian, adapun barang bekas yang dijual, seperti Buku, Peniti, Kancing baju, Gerendel pintu, Setrika baju, Sepatu, Alat-alat listrik, Kipas angin, Charger Gawai, Charger Laptop, Kamera foto analog, Mesin tik, Kaset lama, Radio lama, Terompet, Mangkok antik racun, Prangko, Koin kuno,

Kemudian, ada Piringan hitam, Gramofo Gawaib, qwerty, smartphone, Teropong bintang, Tape recorder, Pulpen, Bola lampu seken, Samurai dan senjata tajam, Batu akik, Powerbank, Mancis pemantik, Cincin perak, Jam tangan, CD, DVD player, Televisi layar cembung, gawai bekas, Laptop dan lainnya.

Selanjutnya, untuk kisaran harga tidak bisa ditentukan. Hal ini karena faktor kebiasaan di Pajak Ular ialah tawar menawar. Apabila, pandai dalam tawar menawar berbelanja di Pajak Ular, maka dapatlah harga yang murah.

(cr22/Tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved