BTPN Syariah Satu-satunya Bank Fokus Memberdayakan Keluarga Pra Sejahtera

Ia mengatakan pihaknya juga mengajarkan pengelolahan keuangan sederhana, misalnya, dalam bentuk penyimpanan uang.

BTPN Syariah Satu-satunya Bank Fokus Memberdayakan Keluarga Pra Sejahtera
Tribun Medan / Natalin
Bussiness Coach Sumatera Utara BTPN Syariah, Fauzan Ridha, BTPN Syariah satu-satunya bank fokus memberdayakan keluarga pra sejahtera. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) berupaya meningkatkan komitmen dalam mengembangkan keuangan inklusif melalui pemberdayaan nasabah perempuan di segmen prasejahtera produktif.

Corporate Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin mengatakan pemberdayaan nasabah perempuan dilakukan lantaran perempuan dianggap memiliki andil besar dalam perekonomian keluarga.

Sehingga nantinya, dapat membantu dalam menggerakkan perekonomian di Indonesia.

"BTPN Syariah satu-satunya bank fokus memberdayakan keluarga pra sejahtera, 100 persen yang dilakukan BTPN Syariah hanya untuk nasabah prasejaterah," ujar Ainul didampingi Bussiness Coach Sumatera Utara, Fauzan Ridha, Rabu (18/9/2019).

Bussiness Coach Sumatera Utara, Fauzan Ridha menjelaskan BTPN Syariah pun memberikan program pendampingan, seperti pengelolaan keuangan sederhana, agar memberikan kesempatan kepada nasabah untuk membuka akses keuangan, juga untuk meningkatkan kapasitas nasabah.

"Pembiayaan tanpa angunan, jadi kita datang langsung ke titik, nasabah. Usia 18 hingga 25 tahun atau sudah menikah, untuk yang awal, tapi usia 60 juga boleh. Calon nasabah tidak harus memiliki usaha tapi harus memiliki kemauan untuk berusaha," ungkapnya.

Bussiness Coach Sumatera Utara BTPN Syariah, Fauzan Ridha, BTPN Syariah satu-satunya bank fokus memberdayakan keluarga pra sejahtera.
Bussiness Coach Sumatera Utara BTPN Syariah, Fauzan Ridha, BTPN Syariah satu-satunya bank fokus memberdayakan keluarga pra sejahtera. (Tribun Medan / Natalin)

Sehingga diharapkan, kemampuan pengelolaan usaha nasabah BTPN Syariah akan meningkat, dan berdampak pula pada peningkatan kesejahteraan mereka.

"Mulai dengan berkenalan, mengali mimpi, melakukan pertemuan sederhana. Para nasabah kita ajak untuk bertemu dengan yang lain. Mereka sekolah dulu, dalam bentuk pelatihan dasar keanggotaan mulai pertama kali yaitu perilaku unggul nasabah, berani berusaha disiplin, bekerja keras dan solidaritas," kata Fauzan.

Ia mengatakan pihaknya juga mengajarkan pengelolahan keuangan sederhana, misalnya, dalam bentuk penyimpanan uang.

"Jadi kita mengajarkan nasabah itu agar menyimpan uangnya dengan amplop, amplop yang a mengembalikan cicilan, amplop yang b untuk modal usaha berikutnya dan amplop berikutnya untuk kebutuhan sehari-hari, agar
pembiayaan itu tidak disalahgunakan,"ucapnya.

Diakui Fauzan, pembiayaan kredit di Sumut kepada nasabah sudah mencapai Rp 541,929 miliar dalam satu semester ini dan total nasabah sebanyak 230,171.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved