Dugaan Korupsi Septic Tank, Kadis PRKPP Samosir: Kami Kooperatif dan Hormati Proses Hukum

Marang Situmorang, Kepala Dinas PRKPP menggapi hal itu mengaku tetap menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Kejari Samosir.

Dugaan Korupsi Septic Tank, Kadis PRKPP Samosir: Kami Kooperatif dan Hormati Proses Hukum
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Kasi Intel Kejari Samosir, Aben Situmorang dan Kasi Pidsus Kejari Samosir Antonius Ginting ketika ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Samosir di Pangururan, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir secara resmi melakukan peningkatkan status hukum dari penyelidikan menjadi penyidikan terhadap Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pembangunan Sarana Sanitasi Septic Tank Komunal pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Samosir.

Marang Situmorang, Kepala Dinas PRKPP menggapi hal itu mengaku tetap menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Kejari Samosir.

"Kita menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Kejari Samosir terhadap dugaan itu, dan kami tetap akan kooperatif terhadap semua proses yang memerlukan kehadiran kami," ujar Marang saat ditemui Tribjn di Kantornya di  Komplek Perkantoran Parbaba, Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (18/9/2019).

Menurut Marang, lembaga yang dipimpinnya sudah berusaha melakukan pekerjaan terebut sesuai SOP yang ada. Kalaupun nantinya hasil pemeriksaan dan rekomendasi APIP (Inspektorat Daerah) keluar, pihaknya siap melaksanakan.

Sementara itu, terkait Kepala Inspektorat Kabupaten Samosir melalui Irban I, Jonny Sitanggang mengatakan bahwa surat Kejari Samosir tersebut sudah diterima dan telah dilakukan melakukan pemeriksaan. Tekait itu disebutnya, sudah dibentuk langsung tim untuk meneliti indikasi korupsi.

"Bila sudah selesai akan kita serahkan langsung LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) itu kepada Kejaksaan Negeri Samosir," ujar Jonny Sitanggang.

Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Samosir, Aben Situmorang menyampaikan penyelidikan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pembangunan Sarana Sanitasi Septic Tank Komunal PRKPP Kabupaten Samosir yang telah dilakukan sejak bulan Mei tahun 2019 lalu. Saat ini mereka juga tengah sembari menjalankan proses penyidikan sekaligus juga mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang dugaan Tindak Pidana tersebut serta mencari siapa tersangkanya.

Serupa dengan Aben, Kasi Pidsus Kejari Samosir Antonius Ginting menyebut sebelumnya mendapat informasi tersebut beredar luas di tengah masyarakat. Katga Ginting, selama proses penyelidikan Kejaksaan Negeri Samosir telah menemukan indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam proses pengadaan septic tank pabrikan yang bertentangan dengan juknis Pelaksanaan DAK Bidang Sanitasi.

Menurutnya, kegiatan itu seharusnya dikelola oleh masyarakat desa, namum pada praktiknya Dinas PRKPP justru menunjuk seseorang menyediakan sepptic tank. “Harusnya kan desa yang mencari sendiri, belanja sendiri dan bayar sendiri. Tapi didrop barangnya oleh dinas lalu diminta desa yang bayar” kata Antonius.

(jun-tribun-medan. com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved