Haornas 2019, Atlet Berprestasi Dapat Penghargaan dari Pemprov Sumut

Termasuk kepada karateka putri asal Medan Tri Rantika yang baru saja sukses persembahkan medali emas di kejurnas karate Piala Panglima 2019.

Haornas 2019, Atlet Berprestasi Dapat Penghargaan dari Pemprov Sumut
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Karateka putri asal Medan Tri Rantika. Peraih medali emas pada Kejurnas Karate Piala Panglima 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah atlet berprestasi mendapat penghargaan oleh pemerintah pada peringatan hari olahraga nasional (Haornas) 2019 tingkat Provinsi Sumut yang digelar di Langkat, Rabu (18/9/2019).

Kegiatan yang juga dihadiri Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, setidaknya ada 33 atlet normal dan difabel meraih piagam penghargaan dan uang pembinaan oleh pemerintah.

Termasuk kepada karateka putri asal Medan Tri Rantika yang baru saja sukses persembahkan medali emas di kejurnas karate piala Panglima 2019. Tri meraih penghargaan Haornas setelah sukses persembahkan medali emas di kejuaraan South East Asia Karate Federation (SEAKF) di Thailand untuk under 21 tahun. Serta perak di Asian Karate Federation (AKF).

"Ini hasil prestasi di SEAKF di Thailand saya dapat juara satu di kelas -55 kg putri U-21. Serta perak di kumite beregu putri. Dan emas serta perak di Asian Karate Federation (AKF)," ucap karateka kelahiran Medan, 26 Mei 2000 ini.

Menurut atlet putri pasangan dari Yusnidar dan Rafeno ini, dengan penghargaan ini, tentu para atlet merasa dihargai atas prestasi yang mereka capai demi mengharumkan nama provinsi dan negara. "Banggalah bisa dapat penghargaan dan prestasi seperti ini. Jadi, ini yang atlet - atlet juara di nasional itu dihargai. Jadi, menurut saya bagus sekali," ucapnya.

Dalam waktu dekat, dia akan kembali berlaga di kejuaraan World Karate Federation (WKF) di Chile pada Oktober ini. Mahasiswa jurusan olahraga Universitas Negeri Medan ini target medali emas bisa kembali diraih. "Ke depannya, kemungkinan karena kemarin saya bertanding di piala panglima kemungkinan akan berangkat ke WKF di Chile pada Oktober tahun ini. Mudah - mudahan terpilih, mohon doanya. Targetnya pasti kalau bisa emas," ucap mahasiswa semester 3 ini.

Kemudian pesanda putra asal Toba Samosir Febri Handoyo Siregar juga mendapat penghargaan usai meraih perunggu di kejuaraan Asia junior di Brunei Darussalam pada Agustus 2019. Atlet yang turun di kelas 42 kg putra ini mengucap terima kasih atas apresiasi yang diberikan pemprov kepada ia dan atlet berprestasi lainnya.

"Saya bangga dapat penghargaan ini. Saya ucapkan terima kasih kepada Pemprovsu, pengprov WI Sumut dan Pengcab WI Toba Samosir. Begitu juga orang tua yang selalu mendoakan dan mendukung saya selama ini," ucap siswa SMP Swasta Bonapasohit Toba Samosir itu.

Atlet berusia 14 tahun ini juga bermimpi suatu saat nanti bisa mewakili Sumut di ajang PON. "Ke depan ingin menjadi yang terbaik dan bisa membela Sumut di PON. Makanya saya latihan empat kali seminggu," katanya.

(cr11/Tribun-Medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved