Kasus Dugaan Kurir Sabu Safrizal, JPU Kejari akan Tuntut Keterlibatan Pengirim Pertama

Dari fakta dan saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan lalu, terdakwa ini melakukan yang pertama saja.

Kasus Dugaan Kurir Sabu Safrizal, JPU Kejari akan Tuntut Keterlibatan Pengirim Pertama
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Persidangan kasus dugaan kurir sabu dengan terdakwa Safrizal alias Jal Bin Nurdin harus ditunda di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (18/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Persidangan kasus dugaan kurir sabu dengan terdakwa Safrizal alias Jal Bin Nurdin harus ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu
(18/9/2019).

Hal ini dijelaskan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun karena para saksi dari narapidana rekanan terdakwa yang akan dihadirkan dinyatakan sakit.

Meskipun ditunda, saat dikonfirmasi terkait keterlibatan terdakwa dengan sabu, ia menjelaskan pihaknya nantinya akan menuntut terdakwa atas keterlibatan pengiriman pertama.

"Dari fakta dan saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan lalu, terdakwa ini melakukan yang pertama saja. Yang kedua dan ketiga dia tidak ada connect lagi. Yang 60 kilogram itu, kita akan tuntut sesuai itu kalau nanti hakim berkata lain itu pendapat hakim," jelas Jaksa dari Kejari Medan ini.

Iya menjelaskan bahwa yang melanjutkan peredaran sabu pengiriman kedua dan ketiga dilanjutkan oleh terdakwa Syakirin Alias Bule dan Ane.

"Yang berperan di pengiriman kedua dan ketiga itu dilanjutkan oleh Syakirin dan Ane tapi dia DPO. Jadi saya tegaskan sama BNN Itu PR kalian lah orang BNN untuk mencarinya. Karena yang melanjutkan itukan Syakirin, harusnya dia yang bertanggungjawab," jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa terdakwa melakukan pengiriman itu karena di bahah pengancaman.

"Jadi terdakwa ini dulunyakan penduduk gelap di Malaysia terus paspor juga sudah mati. Jadi Bang PON yang DPO ini menyuruhnya dengan mengancam akan dilaporkan," ungkap JPU Nur Ainun.

Ia menyebutkan para DPO yaitu Syakirin merupakan warga Aceh, lalu Ane merupakan orang Indonesia yang tinggal di Malaysia. Sedangkan Bang PON merupakan warga negara Malaysia.

Terakahir Jaksa Nur menyebutkan sidang dilanjutkan dengan keterangan saksi ahli dari pengacara terdakwa.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved