Pemborong Swakelola Kembali Demo Tuntut Pemkab Bayar Utang, Bawa Keranda ke Kantor Bupati

Pada aksi kali ini mereka turut membawa kerenda dengan bertuliskan "Bayar swakelola tahun 2014".

Pemborong Swakelola Kembali Demo Tuntut Pemkab Bayar Utang, Bawa Keranda ke Kantor Bupati
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Pemborong swakelola, Safrin memanjat pagar untuk menyampaikan orasi di depan gerbang kantor Bupati Deliserdang, Rabu (18/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Kontraktor atau pemborong swakelola yang pernah menjadi rekanan Dinas PUPR kembali melakukan aksi unjukrasa menuntut pembayaran utang Pemkab di depan kantor Bupati Deliserdang Rabu, (18/9/2019).

Namun dari sekian banyak kontraktor yang ada hanya beberapa orang saja yang terlihat dengan membawa massa belasan orang. Pada aksi kali ini mereka turut membawa kerenda dengan bertuliskan "Bayar swakelola tahun 2014".

Tidak hanya di kantor Bupati aksi juga sempat dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang dan Kantor Dinas PUPR. Aksi sebelumnya terakhir mereka lakukan pada Minggu lalu.

Koordinator aksi, Saprin sangat emosi ketika menyampaikan orasi. Saat itu bahkan mantan honorer di Dinas PUPR ini sampai memanjat-manjat pagar.

Ia meminta agar mulai dari Bupati, Sekda, Asisten hingga Kadis PUPR bisa keluar menerima aspirasinya. Disebut sudah capek mereka menuntut hak karena kasus ini sudah bergulir sejak tahun 2014.

"Ini kami sekarang bawa kerenda ke sini. Ini sebagai simbol bahwa rekan kami sudah banyak yang meninggal dunia karena tidak dibayar-bayar hutang Pemkab. Pak Bupati tolong bayar utang kalian itu. Kami sudah lama menunggu pembayaran hutang. Pekerjaan yang kami lakukan sudah dinikmati masyarakat Deliserdang,"kata Saprin.

Saking semangatnya berorasi, Saprin sempat kecapean karena mulai dari aksi pertama kali di kantor Kejaksaan dirinyalah yang terus-terusan menyampaikan tuntutan.

Ia sempat menyerahkan alat pengeras suara kepada rekannya sesama kontraktor namun pada saat itu rekannya menolak karena mengaku tidak pandai berorasi seperti dirinya. Karena hal itu ia pun terpaksa mengambil lagi alat pengeras suara tersebut.

Walaupun sudah berstatus sebagai terpidana kasus korupsi di dinasnya namun pada saat itu Saprin sempat memuji-muji mantan Kadis PU Deliserdang, Ir Faisal.

Dianggap kalau Faisal telah dizolimi oleh Pemkab sehingga akhirnya sangkut di penjara. Walaupun sudah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakpidana korupsi bersama bendahara dinas namun dianggapnya kalau Pemkab sengaja memenjarakan Faisal.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved