Sejumlah Komunitas Ajukan BPJS Kesehatan Terima ODHA Sebagai Peserta Bantuan Iuran

JIP mengharapkan BPJS mempertimbangkan harapan mereka sehingga teman-teman ODHA mendapatkan perhatian.

Sejumlah Komunitas Ajukan BPJS Kesehatan Terima ODHA Sebagai Peserta Bantuan Iuran
Tribun Medan / Alija
Diskusi ringan JIP dan BPJS Kesehatan dalam upaya memperhatikan ODHA dalam peserta PBI di Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Rabu (18/9/2019) siang 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah komunitas atau Civil Society Organization (CSO) yang konsern terhadap Orang Dengah HIV/Aids (ODHA) mengutarakan harapan kepada BPJS Kesehatan agar menghiraukan orang terdeteksi HIV/Aids segera dimasukkan sebagai Peserta Bantuan Iuran (PBI).

Harapan tersebut didiskusikan dalam diskusi ringan di salah satu cafe di Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Rabu (18/9/2019).

Alasannya pun sangat jelas. Sebab kuota PBI yang dianggarkan Pemko Medan adalah sebesar 400 ribu warga. Namun yang masih terdaftar dalam BPJS hanya 320 ribu orang peserta.

Sehingga, sejumlah komunitas yang tergabung dalam Jaringan Indonesia Positif (JIP) ini berharap sedikit dari sisa kuota 80.000 tersebut, dapat ditujukan untuk kebutuhan ODHA.

"Jadi dalam diskusi ini kami dari pihak JIP berharap kiranya sepersekian angka dari 80000 kuota PBI bisa disertakan untuk teman-teman atau saudara kita yang terdeteksi sebagai ODHA, ini salah satunya" ujar Samara Yudha Arfianto, Koordinator JIP.

Yudha mengakui kesadaran masyarakat dalam pembayaran iuran BPJS tentu berbanding lurus dengan kemampuan BPJS mengelola operasional keungan.

Dia mengungkapkan apresiasinya atas peran pemerintah yang proaktif dalam pendistribusian PBI ke masyarakat, untuk menyerap kuota 80000 warga yang berhak menerima.

"Sehingga peran lintas sektor sangat di perlukan sehingga program BPJS di Kota Medan dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Apa yang dikatakan Yudha pun ditambahkan teman-teman lainnya dalam diskusi. Mereka menyampaikan banyak kasus di lapangan, bahwa masyarakat tidak terdata dengan rapi karena data tak dilakukan upgrade. Oleh karena itu serapan PBI tak kunjung terpenuhi.

Kepala Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Medan Faisal Bukit dalam pertemuan mengakui adanya kuota tersebut.Ia menjelaskan, untuk memanfaatkan kuota tersebut, warga calon PBI harus masuk dalam pendataan dari Dinas Sosial Medan.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved