Alami Malnutrisi, Akhirnya Rifki Bocah dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Perawatan Medis

Rifki diketahui memiliki berat badan dibawah anak normal pada umumnya, akibat gizi yang ia konsumsi tak terperhatikan

Alami Malnutrisi, Akhirnya Rifki Bocah dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Perawatan Medis
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Sekda Asahan, Taufik ZA Siregar (kiri) saat menjenguk Rifki, bocah malnutrisi berusia 5,5 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang, Kisaran, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Rifki, bocah berusia 5,5 tahun yang menderita malnutrisi, akhirnya mendapat perawatan medis dan kini tengah ditangani dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang, Jalan Sisingamangaraja, Kamis (19/9/2019).

Rifki diketahui memiliki berat badan dibawah anak normal pada umumnya, akibat gizi yang ia konsumsi tak terperhatikan. Apalagi sehari-hari ia hanya diasuh oleh neneknya bernama Rahima (55), yang bekerja sebagai seorang pemulung, pencari barang bekas.

Keterbatasan ekonomi itu melatarbelakangi asupan gizi yang seharusnya dikonsumsi Rifki tak terperhatikan, bahkan ketika sakit Rifki terpaksa hanya diberi obat penurun panas yang biasa dibeli dari warung.

"Anak ini mengalami malnutrisi. Kondisi fisikmya lemah. Penanganan yang kami lakukan saat ini bagaimana agar nutrisi anak ini tercukupi terlebih dahulu. Kami rawat inapkan, minimal dua hari. Nanti setelah ini akan kami lakukan pemeriksaan darah, urine dan kotorannya," kata dokter spesialis anak RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran, Novaely, Kamis.

Akibat menderita malnutrisi, kondisi otot kaki Rifki mengecil dan sampai saat ini tidak bisa berjalan sama sekali. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan Rifki mengalami motorik delay.

"Infeksi kulit, seperti bisul dan luka di tubuh anak akan kami tangani," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar menyebutkan bahwa pemerintah akan memfasilitasi biaya perawatan Rifki di rumah sakit.

"Pemerintah bertanggung jawab, sampai anak ini sembuh. Kami serahkan ke dokter agar dapat perawatan intensif," ucap Taufik usai menjenguk Rifki.

Taufik pun berjanji akan berusaha mencarikan tempat tinggal yang layak bagi Rahima dan cucunya, setelah diberi tahu tidak memiliki tempat tinggal. Bahkan ketika Rahima berkeliling mencari barang bekas, maka Rifki akan ditinggal di atas kereta boks bayi di sebuah teras rumah tak terpakai, Jalan Kartini, Kisaran.

"Untuk tempat tinggal ibu, nanti saya akan tanyakan dengan Kadis Perkim, agar ibu bisa tinggal di rumah susun. Kalau tidak ada, nanti saya carikan rumah kontrakan," ucap Taufik.

Untuk diketahui, ibu kandung Rifki, telah meninggal dunia tiga tahun lalu, sedangkan ayahnya merupakan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sejak beberapa tahun lalu.

Rifki yang berada di kereta boks, oleh warga sering terlihat sendirian dan memprihatinkan. Terlebih bila neneknya keliling mencari barang bekas, maka warga sekitar yang akan menjaganya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved