Gelapkan Uang Perusahaan Senilai Rp 534 Juta, Jimmy Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Ia terbukti melakukan penggelapan uang sebesar Rp 534.981.142 di perusahaan tempatnya bekerja PT Cahaya Abadi Terang (CAT).

Gelapkan Uang Perusahaan Senilai Rp 534 Juta, Jimmy Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Tribun Medan / Victory
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Victor menuntut rendah terdakwa kasus penggelapan Rp 534 juta Jimmy (42) dengan penjara 2,5 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Victor menuntut rendah terdakwa kasus penggelapan Rp 534 juta Jimmy (42) dengan penjara 2,5 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (19/9/2019).

Pasalnya, warga Jalan Pukat Banting I Nomor 113 R Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung terbukti melanggar Pasal 374 KUHP Tentang penggelapan.

Ia terbukti melakukan penggelapan uang sebesar Rp 534.981.142 di perusahaan tempatnya bekerja PT Cahaya Abadi Terang (CAT).

"Dengan ini meminta Majelis Hakim yang mempersidangkan perkara menghukum terdakwa Jimmy karena terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 374 KUHP Tentang penggelapan. Dengan hukuman penjara 2 tahun dan 6 bulan penjara," jelasnya dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

Hal yang memberatkan menurut Jaksa karena telah merugikan kedua perusahaan. "Sedangkan hal yang meringankan karena terdakwa bersikap sopan dan berkata jujur selama persidangan," terangnya

Dalam dakwaan Jaksa Nelson menyebutkan terdakwa Jimmy bekerja sebagai salesman di PT CAT sejak Maret 2013 sampai April 2017 dengan gaji pokok Rp 3 juta/bulan. PT CAT bergerak di bidang usaha distributor cat minyak dan tembok merek 'Kuda Terbang'.

"Terdakwa bertugas melakukan penagihan uang pembayaran cat dari konsumen serta menyetorkan hasil penjualan itu ke Kantor PT CAT melalui Liew Joo Siong selaku Direktur atau Eddy Surianto selaku Bendahara," ujar JPU. Namun, uang tersebut tidak disetor seluruhnya oleh terdakwa ke PT CAT.

Dalam melaporkan hasil pekerjaannya kepada Liew Joo Siong atau Eddy Surianto, terdakwa tidak menyerahkan sebahagian uang tagihan yang diterimanya dari para costumer. Dengan alasan, para costumer seolah-olah belum melakukan pembayaran.

"Terdakwa mengatakan bahwa para costumer berjanji akan membayar uang tagihan tersebut beberapa hari kemudian. Perbuatan terdakwa dilakukan secara berulang-ulang," jelas Nelson.

Uang yang dibayar para customer dipergunakan terdakwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berfoya-foya.

Alhasil, terdakwa dilaporkan ke pihak kepolisian. Akibat perbuatan terdakwa, PT CAT mengalami kerugian sebesar Rp 534.981.142.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved