Ikut Pomnas, Fernanda Edianto Kejar Medali Emas Demi Masuk Timnas POM-Asean

Dijadwalkan cabang olahraga karate akan mulai dipertandingkan pada tanggal 23 September mendatang.

Ikut Pomnas, Fernanda Edianto Kejar Medali Emas Demi Masuk Timnas POM-Asean
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Fernanda Edianto Karateka putra yang tergabung dalam Forki Medan. Peraih Medali emas kata Beregu dan perunggu perorangan pada UNY Cup di Jogjakarta tahun 2018 dan Medali emas Thailand open 2016 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Karateka Kota Medan Fernanda Edianto membidik medali emas pada gelaran Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI di Jakarta, yang berlangsung dari 19-26 September 2019.

Dijadwalkan cabang olahraga karate akan mulai dipertandingkan pada tanggal 23 September mendatang.

Turun di kelas kata (seni karate) perorangan, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) ini bertekad membalaskan kegagalannya meraih emas pada POMNAS dua tahun lalu. Pada POMNAS yang digelar di Sulawesi Selatan tersebut, Fernanda hanya mampu mendulang perak di kata beregu namun gagal menyumbang medali bagi Sumut di kategori perorangan.

"Target emas, atau minimal dapat medali karena ini juga POMNAS terakhirku, mungkin sudah tamat tahun depan," ujarnya kepada Tribun Medan, Kamis (19/9/2019).

Saat ini kata Fernanda, Persiapannya sudah mencapai 98 persen. Jelang keberangkatan yang dijadwalkan hari Minggu (22/9/2019), dia masih tetap menjalani latihan untuk semakin memantapkan kualitas teknik serta fisiknya.

"Di POMNAS tahun ini turun di kelas kata perorangan saja. Persiapan khusus POMNAS ada sebulan lebih. Karena selesai Porprov lalu baru ada kabar bakal ada POMNAS. Latihan masih ada beberapa hari di Forki Sumut sebelum berangkat," terang atlet asal perguruan karate Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) ini.

Fernanda menuturkan, untuk pertandingan di Pomnas, dia telah mempersiapkan empat jenis kata (seni gerak karate) dan telah melatihnya sebaik mungkin. Setiap jenis kata nantinya akan ditampilkannya di setiap babak.

Untuk kelas kata di cabor karate, dia mengatakan yang jadi tantangan adalah bagaimana atlet mampu menampilkan seluruh gerakan dalam satu kata secara sempurna. Para juri tentu akan menilai keluwesan dan ketepatan dari semua gerakan yang ditampilkan. Karena itu dalam kelas ini memerlukan ketahanan dan stamina yang lebih banyak untuk bisa menampilkan seluruh jurus dalam satu kata tanpa ada jeda sedikitpun.

"Empat kata itu beda-beda, gak boleh diulang, satu kata untuk satu babak, ada untuk penyisihan, semifinal hingga final. Sekali latihan harus melakukan perulangan minimal hingga 8 kali, kadang latihan dua kata, jadi masing-masing empat perulangan agar semakin mantap, kalau empat kata maka minimal dua kali semua," jelasnya.

Lebih lanjut kata karateka Kelahiran tahun 1998 ini, di Jakarta nanti, dia perlu mewaspadai sejumlah atlet tangguh yang juga mewakili kampus lain. Salah satunya kata Nanda adalah Ivan Taher yang juga mahasiswa Universitas Diponegoro. Selain itu tentunya atlet tuan rumah DKI Jakarta.

Namun dia tetap optimis bisa meraih juara. Apalagi tekadnya setelah POMNAS adalah bisa berlaga di ajang antar mahasiswa tingkat Asean (POM Asean), karena itu suaranya harus jadi juara satu.

"Kayaknya dia (Ivan) bakal turun, apalagi sewaktu junior dia juga pernah pelatnas junior. Tapi tahun ini pengin dapat emas, karena jenjang POMNAS ini akan ada POM Asean jadi supaya masuk timnas. Dan Alhamdulillah tidak ada cidera," pungkas peraih Medali emas Thailand open 2016 ini.

(r11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved