Perkuat Ekspor Produk UKM ke Pasar Global, GPEI Jalin Kerjasama dengan Surveyor Indonesia

Seperti kerjasama yang dilakukan dengan PT Surveyor Indonesia (Persero) dapat meningkatkan proses ekspor produk UKM ke pasar global.

Perkuat Ekspor Produk UKM ke Pasar Global, GPEI Jalin Kerjasama dengan Surveyor Indonesia
Tribun Medan/HO
´┐╝Penandatanganan kerja sama tentang Kegiatan Pendukung Tata Kelola Ekspor dan Impor Barang antara PT Surveyor Indonesia (PT SI) dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI). Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM mengaku akan mendorong penerapan kemudahan proses ekspor dan impor di seluruh Indonesia dan terkhusus Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, Hendrik Halomoan Sitompul mengaku akan mendorong penerapan kemudahan proses ekspor dan impor di seluruh Indonesia dan terkhusus Sumatera Utara.

Seperti kerjasama yang dilakukan dengan PT Surveyor Indonesia (Persero) dapat meningkatkan proses ekspor produk UKM ke pasar global.

Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan usai pulang dari Jakarta menghadiri acara pembentukan kerjasama dan nota kesepahaman memorandum of understanding (MOu) terkait kegiatan tata kelola eksport dan import barang antara GPEI dengan PT Surveyor Indonesia, Kamis (19/9/2019)

"Kita sepakat seia sekata melakukan kerjasama mempermudah proses kegiatan eksport dan import di Indonesia. Tujuannya untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi di Inonesia," terangnya.

Hendrik mengatakan saat acara penandatanganan kerjasama itu, dihadiri Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M.Noer.

Pihak PT SI bersedia mendukung kegiatan tata niaga ekspor-impor guna memperlancar aliran barang modal dan peralatan dari dan menuju Indonesia.

Sedangkan kegiatan tata niaga yang dimaksud yakni pelaksanaan kegiatan verified gross mass of container untuk ekspor, kegiatan survei kondisi peti kemas impor terkait dengan kewajiban pembayaran jaminan peti kemas dan kerja sama dalam penyediaan Pusat Logistik Berikat (PLB).

"Kami juga sepakat memperkuat tata niaga pelaksanaan kegiatan penghitungan bongkar muat kargo ekspor-impor dan kargo antarpulau, serta pelaksanaan pembinaan bagi mitra binaan terkait pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor," ujarnya menirukan ucapan Dian M Nur.

Menurut Hendrik, sesuai amandemen Safety of Life at Sea (SOLAS 1972) yang merupakan standar internasional masih perlu pembenahan terkait kegiatan verified gross mass kontainer.

Hal itu salah satu langkah mencegah terjadinya kecelakaan kapal pengangkut kontainer.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved