ACT-MRI Sumut Distribusi 15.000 L Air Bersih ke Dusun Tebangan Labuhan Batu

Ada terdapat 80 Kepala Keluarga (KK) yang tidak memiliki sumber air bersih dan hanya memiliki sumur galian sedalam 4 m.

ACT-MRI Sumut Distribusi 15.000 L Air Bersih ke Dusun Tebangan Labuhan Batu
TRIBUN MEDAN/HO
Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan relawan MRI Labuhan Batu mendistribusikan air bersih sebanyak 15.000L, atau tiga watertank untuk memenuhi kebutuhan 80 KK ke Dusun Tebangan Labuhan Batu 

TRIBUN-MEDAN.com - Walau Sumatera Utara tidak masuk dalam kawasan darurat kemarau seperti daerah lainnya diluar Sumatera, di beberapa wilayah Sumatera Utara hingga saat ini masih banyak yang membutuhkan air bersih.

Seperti halnya di Desa Tebangan, Kampung Baru Labuhan Batu. Desa Tebangan merupakan satu diantara desa di Billah Barat yang sangat minim sumber air bersih.

Ada terdapat 80 Kepala Keluarga (KK) yang tidak memiliki sumber air bersih dan hanya memiliki sumur galian sedalam 4 m.

Ketika musim kemarau tiba, debit air di dalam sumur-sumur tersebut akan menjadi surut bahkan kering.

Melihat hal tersebut, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan relawan MRI Labuhan Batu mendistribusikan air bersih sebanyak 15.000L, atau tiga watertank untuk memenuhi kebutuhan 80 KK di desa tersebut.

Dengan melibatkan tiga orang relawan dari MRI Labuhan Batu, para relawan dengan sigap mendampingi dan melayani warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah-rumah mereka.

Warga pun sangat antusias dengan bantuan air bersih ini, ini terlihat dari antrian dan tidak saling berdesakan.

Menurut seorang warga desa Tebangan, Ramlan mengatakan kekeringan yang mereka alami walau baru tiga bulan ini,.cukup membuat warga kesulitan.

Hal tersebut dikarenakan untuk mendapat sumber air bersih, mereka harus menempuh jarak 5 km dan harus menggunakan sepeda motor.

Dan apabila berjalan kaki menempuh waktu 1 jam, hal tersebut cukup melelahkan bagi warga.

"Kontur tanah di dusun yang berbukit-bukit dan dikelilingi perkebunan sawit, ditambah lagi jauh dari kampung terdekat, hal ini yang membuat akses air bersih eceran, sangat jarang hadir di dusun Tembangan ini. Yang membuat kami kesulitan air sangat terasa sekali. Bayangkan, air satu liter per hari itu sangat berharga sekali bagi kami, untuk mandi aja, kami harus menyeka air (dilap) ke badan kami," jelas Ramlan.

Ngadira, seorang ibu yang juga warga dusun Tebangan, mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih nya kepada ACT-MRI yang telah mempermudah mereka mendapatkan air bersih ini, Karena selama ini dari pemerintah setempat tidak ada memperhatikan mereka.

"Saya disini sebaga mewakili ibu-ibu yang ada di dusun Tebangan, mengucapkan ribuan terimakasih kepada ACT-MRI yang telah memberikan bantuan air kepada kami, karena sangat bermanfaat kepada kami, apalagi air bersih ini kami gunakan untuk masak," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved