Isak Tangis Terdakwa Kurir Sabu 45 Kg, Aupek yang Dituntut Mati Memohon Belas Kasihan Hakim

Bahwa terdakwa tidak mengetahui berapa banyak barang yang dibawanya. Karena barang tersebut milik bakhtiar.

Isak Tangis Terdakwa Kurir Sabu 45 Kg, Aupek yang Dituntut Mati Memohon Belas Kasihan Hakim
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kurir sabu seberat 45 kilogram dan 40.000 butir pil ekstasi, Aupek (38) yang dituntut mati memohon belas kasihan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kurir sabu seberat 45 kilogram dan 40.000 butir pil ekstasi Aupek (38) yang dituntut mati memohon belas kasihan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri, Jumat (20/9/2019).

Hal ini disampaikan tiga pengacaranya, Heru Andeska dan Irwansyah Putra dihadapan Hakim Ketua Erintuah Damanik.

Dalam nota pembelaannya (pledoi) disebutkan bahwa peran terdakwa tidak lebih hanya sebagai kurir dalam pengantaran dan tak pantas mendapatkan hukuman mati.

"Bahwa terdakwa tidak mengetahui berapa banyak barang yang dibawanya. Karena barang tersebut milik bakhtiar. Jadi jelas peran Aupek hanya sebagai kurir dan terdakwa dijanjikan uang sebesar Rp 20 juta. Meminta keringanan hukuman karena terdakwa sangat menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi dan Aupek juga punya anak anak yang kecil dan nafkah dari seorang ayah," ungkap pengacara.

Selama pembacaan, Aupek tampak tertunduk lemas dan ia tampak membersihkan cairan yang keluar dari hidungnya yang menandakan terdakwa menangis.

Para pengacara juga menjelaskan bahwa terdakwa telah mengakui perbuatannya. Serta meminta Majelis Hakim melepaskannya dari jerat hukuman mati.

"Terdakwa mengakui perbuatan nya dan berterus terang dalam persidangan. Maka kami mohon kepada Majelis Hakim yang mulia yang berkenan memberikan putusan, san membebaskan terdakwa Aupek dari dakwaan dan tuntutan sekurang kurangnya menyatakan terdakwa Aupek lepas dari segala tuntutan hukum," jelasnya.

Seusia membacakan nota pembelaan, Hakim Erintuah juga menanyakan kepada terdakwa Aupek apakah akan memberikan pledoinya.

Namun Aupek hanya memberikan isyarat gelengan kepala dan berkata "Tidak Yang Mulia," cetusnya.

Akhirnya Majelis Hakim menunda persidangan dengan agenda pembacaaan putusan pada 26 September 2019.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved