Kadisdik Batubara Berdebat Panas Dicecar JPU, Berdalih Tak Lakukan Pungli

Kedunya tampak kewalahan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadi Nur dan Essadendra Aneksa dari Kejari Batubara mencecar mereka dengan berbagai pertanyaan

Kadisdik Batubara Berdebat Panas Dicecar JPU, Berdalih Tak Lakukan Pungli
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kasus pungli Plt Kadisdik Kabupaten Batubara Riswandi (54) dan Plt Kabid Dikdas Suparmin (52) dibentak Jaksa pada sidang keterangan terdakwa, Pengadilan Tipikor, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kasus pungli Plt Kadisdik Kabupaten Batubara Riswandi (54) dan Plt Kabid Dikdas Suparmin (52) dibentak Jaksa pada sidang keterangan terdakwa, Pengadilan Tipikor, Jumat (20/9/2019).

Kasus pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan (Disdik) Batubara dengan dua terdakwa masing-masing Plt Kadis Pendidikan Riswandi dan Plt Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Suparmin kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (20/9).

Kedunya tampak kewalahan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadi Nur dan Essadendra Aneksa dari Kejari Batubara mencecar mereka dengan berbagai pertanyaan.

"Bapak-bapak yang betul-betul aja ngasih keterangan. Jangan berubah-ubah gitu. Ceritanya jangan di karang-karang. Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) penyidik polisi lain, di persidangan berubah lagi. Yang betul bapak-bapak," bentak jaksa kepada kedua terdakwa.

Amarah jaksa itu bermula saat terdakwa mengaku di persidangan jika melakukan pungli kepada para kepala sekolah untuk melunasi utang di koperasi.

Namun di BAP kepolisian keterangannya menyebutkan melakukan pungli itu untuk uang lebaran.

Terdakwa Riswandi mengaku merasa tertekan saat diperiksa penyidik polisi pasca terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Penyidik polisi menurutnya, tak mau mendengarkan keterangannya.

"Sudah saya bilang sama jupernya (penyidik) waktu itu. Pak saya melakukan pengutipan ini untuk melunasi utang di koperasi karena kami pernah melakukan kegiatan. Tapi jupernya terus memaksa saya. Karena merasa tertekan, ya udah saya bilang. Terserah bapak buat ajalah seperti itu," cetusnya sambil perbincangannya dengan penyidik.

Mendengar kesaksian tersebut suara JPU malah semakin tinggi. "Lho tapi bapak ada didampingi pengacara waktu itu. Bapak jujur aja. Nanti biar kami hadirkan penyidik yang memeriksa bapak waktu itu. Biar jangan main-main mereka (penyidik) melakukan pemeriksaan," tegas jaksa lagi.

Sementara itu, dalam keterangannya kepada jaksa, terdakwa Riswandi menyebutkan uang yang sudah diterimanya hasil pungli kepala sekolah senilai Rp 9 jutaan rupiah.

"Kalau tidak salah, total uang yang diambil, di Sei Suka Rp 6 juta kemudian di Medang Deras Rp3 juta 650 ribu. Uang itu rencananya memang mau kami gunakan untuk membayar utang di koperasi," ucap Riswandi.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved