Optimistis PSMS Medan Curi Poin dari Persita Tangerang, Tri Handoko Hanya Khawatir Wasit Berpihak

Tim Ayam Kinantan harus bentrok dengan tim yang berada di posisi kedua klasemen sementara Wilayah Barat saat ini.

Optimistis PSMS Medan Curi Poin dari Persita Tangerang, Tri Handoko Hanya Khawatir Wasit Berpihak
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pemain PSMS Medan Tri Handoko berusaha melewati kawalan pemain Persibat Batang pada lanjutan pertandingan Liga, 2 di Stadion Teladan, Medan, Rabu (28/8/2019). PSMS Medan berhasil meraih poin penuh saat mengalahkan Persibat Batang dengan skor 3-1. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan akan menghadapi lawan yang berat pada pekan ini bersua Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 2, Minggu (22/9/2019) nanti.

Tim Ayam Kinantan harus bentrok dengan tim yang berada di posisi kedua klasemen sementara Wilayah Barat saat ini.

Belum lagi mereka main di hadapan ribuan pendukung Persita. Tentu laga nanti bakal menyulitkan mereka untuk merangsek ke papan atas klasemen. Mengingat posisi PSMS saat ini masih berada di peringkat kelima.

Penyerang PSMS, Tri Handoko sangat optimistis bisa mencuri poin dari Persita Tangerang. Ia yakin timnya bisa mengulang kembali saat lawan Blitar Bandung United mencuri satu poin.

Hanya saja yang menjadi kendala mereka pada keputusan wasit. Menurutnya, keputusan wasit sempat merugikan mereka yang harusnya bisa raih poin penuh jadi buyar dengan keputusan wasit yang salah.

"Kalau kami sebagai pemaim selalu optimis bisa raih poin. Yang kami khawatirkan di Liga 2 ini sebenarnya cuma wasitnya. Ada beberapa keputusan yang salah diambil wasit. Seperti kemarin lawan Blitar, wasit malah kasih penalti karena dianggap handsball," ujar Handoko saat dihubungi, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya pada laga sebelumnya bersua Blitar Bandung United, ada dua keputusan yang salah terhadap wasit.

Pada babak pertama, seharusnya PSMS bisa mendapat hadiah penalti lantaran pemain Blitar handsball di kotak terlarang. Tetapi wasit tidak memberikan hadiah penalti.

"Kemarin kejadian handsball kan ada dua kali kejadian. Babak pertama, bandung yang handsball padahal tangan di depan paha. Wasit enggak tiup katany engga bisa dihukum," ungkapnya.

Kemudian, ketika giliran pemain PSMS yang tak ada niat handsball dan posisi tangan di belakang, wasit langsung menunjuk titik putih.

Tentu keputusan itu membuat pemain kecewa. Harusnya dapat poin penuh menjadi hanya satu poin saja.

"Pas giliran babak kedua kami yang tangan di belakang langsung ditiup. Lebih jelasnya ada di youtube. Harusnya tiga point tapi kami hanya dapat satu poin. Mau bagaimana ya harus disyukuri, karena kalau banyak bersyukur Insya Allah akan berkah ke depannya," pungkasnya.

(lam/tribun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved