Peduli Heritage, Polda dan Pemko akan Kirim Tim ke Belanda

Selain turut menyambangi kawasan kesawan hingga Kantor Pos, keduanya sempat mengecat tembok depan Warenhuis yang diabadikan oleh wartawan.

Peduli Heritage, Polda dan Pemko akan Kirim Tim ke Belanda
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto bersama Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin melihat Warenhuis, gedung supermarket tertua di Kota Medan sembari berbincang-bincang, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Kota Medan (Pemko) Medan bersama Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut) dan jajarannya laksanakan bersih-bersih di lokasi Gedung Warenhuis, Jumat (20/9/2019).

Turun sejak pukul 08.00 WIB, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH bersama Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin melihat gedung supermarket tertua sembari berbincang-bincang.

Selain turut menyambangi kawasan kesawan hingga Kantor Pos, keduanya sempat mengecat tembok depan Warenhuis yang diabadikan oleh wartawan.

Kapolda Sumut Agus Andrianto, dalam keterangannya mengatakan, pemerintah saat ini sedang menggalakkan wisata di Danau Toba.

Hal ini ditunjukkan adanya pembangunan beberapa geosite dan pengembangan beberapa lokasi yang akan dijadikan investasi bagi pembangunan hotel, rumah sakit dan fasilitas penunjang wisata lainnya.

"Pemerintah Kota Medan harus juga bersiap. Jangan sampai nanti orang ketika datang ke Danau Toba karena di sini tidak ada destinasi wisata, akhirnya tidak pergi ke Kota Medan," terangnya.

Maunya, katanya, ada rangkaian orang bisa pergi ke Medan, Parapat hingga Tanah Karo. Kota Medan, lanjutnya, punya heritage yang pernah dikenal sebagai Paris Van Sumatera.

"Tentunya kami koordinasi dengan Pak Wali Kota, kita akan kirim tim dari penyidik Polda Sumatera Utara bersama dengan staf Kotamadya Medan untuk mencari data blueprint dari Kota Medan di Belanda," ungkapnya.

Adanya aksi tersebut, katanya, ada harapan diketahui di mana aset-aset Pemerintah Belanda yang sekarang bukan kembali kepada pemerintah tetapi dikuasai oleh masyrakat. Ini tentunya menyalahi ketentuan.

"Dengan data-data tersebut, kita juga bisa mengetahui blueprint dari landscape pembangunan Kota Medan. Karena ada beberapa lokasi bawah tanah yang kita juga tidak ketahui," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved