Uang Milik Pemprov Raib Rp 1,6 M, Inspektorat Sumut Segera Laporkan Hasil Pemeriksaan ke Gubernur

Laporan ini akan disampaikan kepada Edy setelah hasil pemeriksaan dan penyitaan berkas-berkas telah lengkap.

Uang Milik Pemprov Raib Rp 1,6 M, Inspektorat Sumut Segera Laporkan Hasil Pemeriksaan ke Gubernur
Tribunnews
Lasro Marbun, Kepala Inspektorat Sumut. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Inspektorat Provinsi Sumatera Utara segera menyampaikan laporan terkait raibnya uang milik Pemprov Sumut senilai Rp 1,6 miliar kepada Gubernur Edy Rahmayadi pada pekan depan.

Laporan ini akan disampaikan kepada Edy setelah hasil pemeriksaan dan penyitaan berkas-berkas telah lengkap.

"Kita akan sampaikan kepada Pak Edy setelah semuanya selesai dilaksanakan," kata Kepala Inspektorat Lasro Marbun, melalui sambungan telepon genggam, Jumat (20/9/2019).

Lasro mengatakan, saat ini para tim tengah melengkapi seluruh dokumen pendukung yang telah disita. Pihaknya akan menyiapkan naskah yang kemudian akan diberikan kepada Edy Rahmayadi. Setelah itu, pihaknya akan mempublikasikan apa hasil yang telah didapatkan selama proses pemeriksaan dilakukan.

"Tim akan menyiapkan naskah terlebih dahulu, setelah itu baru akan diberikan kepada Pak Edy dan baru akan dipublikasikan," jelasnya.

Selama ini publik bertanya-tanya terkait raibnya uang tersebut dari dalam parkiran kantor gubernur. Sebelumnya, pihaknya telah memeriksa 30 pegawai negeri sipil dan tenaga honorer yang diperiksa terkait raibnya uang milik Pemprov Sumut senilai Rp 1,6 miliar dari pelataran kantor gubernur.

"Saat ini sudah ada 30 saksi yang kita periksa secara internal," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, yang saat ini tengah bertugas di Nias, Kamis (19/9).
Bukti-bukti raibnya uang tersebut kini sudah dikumpulkan oleh Inspektorat, Lasro Marbun mengatakan, sudah 23 berkas ditahan.

"Dan dokumen sudah 23 yang dikumpulkan," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sabrina menyebut, bahwa uang yang hilang itu untuk menggaji 117 honorarium pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di lima kegiatan.

Raibnya uang tersebut juga membuat ratusan tenaga honorer itu kini belum mendapatkan gaji bulanannya. Dirinya belum mau memberikan komentar, anggaran mana yang akan digunakan untuk uang menggaji ratusan pegawai tersebut.

"Saya belum bisa berkomentar lebih jelas mengenai siapa nanti yang akan menggaji 117 tenaga honorer itu," jelasnya.
Mantan anggota Gubernur DKI Jakarta ini juga belum bisa menyebutkan siapa dalang dari raibnya uang milik Pemprov Sumut ini. Ia meminta Tribun Medan menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

"Kita tunggu saja hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian," katanya.

Setelah ini, kata dia pihaknya akan mengumpulkan fakta-fakta raibnya any tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Secara jelasnya, ia tidak bisa menjelaskan berkas apa saja yang telah dikumpulkan oleh pihaknya, lantaran bersifat rahasia.

 
"Setelah ini akan kita sampaikan kepada gubernur," katanya.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved