Video Detik-detik Seorang Siswa Dihajar di Areal Pekuburan Labusel

Dalam video yang berdurasi 28 detik viral di media sosial Facebook memperlihatkan seorang siswa sekolah melakukan kekerasan.

Video Detik-detik Seorang Siswa Dihajar di Areal Pekuburan Labusel
Facebook
Viral video amatir penganiayaan siswa di areal perkuburan di Labusel. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh siswa kembali terjadi di Sumatera Utara.

Dalam video yang berdurasi 28 detik viral di media sosial Facebook memperlihatkan seorang siswa sekolah melakukan kekerasan.

Dari video yang beredar, terlihat seorang anak yang mengenakan pakaian seragam sekolah dianiaya dengan cara dipukul dan ditendang.

Pelaku penganiayaan tersebut juga terlihat bertubuh besar dari korban. Aksi penganiayaan dilakukan di dekat areal pekuburan.

Informasi yang dihimpun, bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh siswa Sekolah MTs yang berada di Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel).

Baca: SIARAN LANGSUNG: Link Live Streaming Persebaya vs PSIS Semarang, Persela Lamongan vs Arema FC

Baca: Jaga Kebersihan Lapangan Merdeka Siantar, BPJS Kesehatan Sumbang 15 Set Tong Sampah

Menanggapi video yang telah beredar di media sosial itu, Kantor Kementerian Agama Labuhan Batu Selatan segera menindaklanjuti masalah ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Labusel, M. Rosyadi Lubis mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai masalah ini. Pihak sekolah juga sudah memberikan laporan awal terkait hal tersebut.

"Berdasarkan informasi dari kepala sekolah, kejadian tersebut setelah
pulang dari sekolah," kata Rosyadi, Jumat (20/9/2019).

"Kami juga telah memberitahu orang tua yang bersangkutan dan dipanggil untuk duduk bersama dengan kepala sekolah," sambungnya.

Rosyadi menjelaskan bahwa orang tua kedua anak telah sepakat melakukan perdamaian dengan cara kekeluargaan.

Baca: Optimistis PSMS Medan Curi Poin dari Persita Tangerang, Tri Handoko Hanya Khawatir Wasit Berpihak

Baca: Diduga Kekasih Gelap Istri, Pria Ngamuk Tebas Dokter, Istri Teriak Histeris Minta Tolong Bikin Heboh

Surat perjanjian perdamaian sudah ditandatangani oleh kedua orang tua pada Kamis (19/9/2019) kemarin dan telah disaksikan kepala sekolah.

Meskipun telah berdamai atas kejadian tersebut, Rosyadi menyatakan pihaknya akan menelisik kasus tersebut. Untuk mendapatkan beberapa detail informasi lainnya.

"Kita akan turun ke sekolah yang bersangkutan untuk memastikan kejadian tersebut," tutup Rosyadi.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved