Buntut Kilang Minyak Milik Aramco Diserang, Amerika Serikat Bakal Kirim Pasukan ke Wilayah Teluk

Sementara ditambahkan kepala staf gabungan Joe Dunford, penempatan pasukan bala bantuan AS kali ini akan lebih bersifat moderat.

Buntut Kilang Minyak Milik Aramco Diserang, Amerika Serikat Bakal Kirim Pasukan ke Wilayah Teluk
Mariordo Camila Ferreira & Mario Duran
Foto Pentagon, markas militer AS. 

TRIBUN-MEDAN.com - Amerika Serikat bakal mengirimkan pasukanbala bantuan ke wilayah Teluk atas permintaan dari Arab Saudi dan juga Uni Emirat Arab.

Keputusan untuk mengirimkan pasukan tersebut datang setelah terjadinya insiden serangan terhadap dua fasilitas kilang minyak milik Aramco di Arab Saudi, pada akhir pekan lalu.

Baik Amerika Serikat maupun Saudi menuding Iran berada di belakang aksi serangan yang menyebabkan terganggunya pasokan minyak dunia itu, meski kelompok gerilyawan Yaman, Houthi telah mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Disampaikan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, pengiriman pasukan juga sebagai langkah antisipasi terjadinya eskalasi lebih lanjut di kawasan Teluk, di mana Iran sempat menembak jatuh pesawat drone mata-mata AS dan menahan sebuah kapal tanker berbendera Inggris.

"Menanggapi permintaan kerajaan, presiden telah menyetujui penempatan pasukan AS yang akan bersifat defensif (bertahan), dan terutama berfokus pada pertahanan udara dan rudal," tambah Esper.

Sementara ditambahkan kepala staf gabungan Joe Dunford, penempatan pasukan bala bantuan AS kali ini akan lebih bersifat moderat.

Pentagon juga tidak merinci besarnya kekuatan pasukan yang akan dikirim AS ke Teluk, baik dari jenis peralatan maupun jumlah pasukan. Namun disebutkan bahwa jumlah pasukan yang dikirim kurang dari ribuan.

Sebelumnya pekan lalu, serangan drone dan rudal telah menghancurkan dua fasilitas kilang minyak milik perusahaan Aramco di Arab Saudi, pada Sabtu (14/9/2019) dini hari.

Kelompok Houthi di Yaman telah mengklaim serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai balasan atas Arab Saudi yang telah terlibat dalam peperangan di negaranya sejak 2015.

Namun Washington dan Riyadh menolak klaim tersebut dan meyakini bahwa Teheran turun berperan dalam serangan terhadap kilang minyak Aramco itu.

Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved